JAYAPURA — Porat Antonius, narasumber asal Lando, Ruteng, Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur, yang akrab disapa Opa Anton, mengajak warga Kota Jayapura untuk menerapkan pola hidup sehat dari hal-hal sederhana. Ajakan ini disampaikan dalam sosialisasi yang berlangsung di kawasan Jalan Jeruk Nipis, Kotaraja, Sabtu (27/6/2026).
Dalam pemaparannya, Opa Anton menegaskan bahwa kesehatan adalah kebutuhan mendasar bagi seluruh makhluk hidup, bukan hanya manusia, melainkan juga hewan dan tumbuhan. Ia mencontohkan bagaimana hewan memiliki naluri alami dalam menjaga kesehatannya.
“Sehat itu penting, bukan hanya untuk orang Papua, tetapi untuk semua makhluk hidup. Hewan saja jarang sakit karena mereka tahu apa yang harus dimakan. Mereka punya insting untuk memilih makanan yang baik bagi tubuhnya,” ujar Opa Anton di hadapan puluhan peserta.
Menurut Opa Anton, manusia sebenarnya juga memiliki kemampuan alami untuk mengenali apa yang baik dan tidak baik bagi tubuh. Namun, kesadaran itu sering kali diabaikan akibat pola hidup yang kurang sehat.
Ia menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki mekanisme alami untuk memberikan sinyal terhadap hal-hal yang tidak sesuai. Mulai dari indera penciuman hingga respons fisik setelah mengonsumsi makanan tertentu.
“Tubuh kita sangat cerdas. Ketika makanan sudah tidak layak, kita bisa mengetahuinya dari bau. Saat makan berlebihan, tubuh langsung memberi sinyal melalui rasa tidak nyaman. Itu tanda bahwa kita harus lebih bijak dalam mengatur pola makan,” jelasnya.
Opa Anton mengutip konsep kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mencakup empat aspek utama, yakni kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual. Ia menambahkan bahwa dalam konteks Indonesia, aspek ekonomi juga turut menjadi bagian penting dalam menunjang kualitas kesehatan masyarakat.
Meski demikian, ia menekankan bahwa inti dari kesehatan tetap terletak pada dua hal utama: kesehatan tubuh dan kesehatan jiwa.
“Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Ketika jiwa kita baik, maka perilaku kita juga akan baik. Orang yang jiwanya sehat cenderung lebih sabar, tidak mudah marah, dan mampu menjaga hubungan sosial dengan baik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Opa Anton turut menyoroti dampak emosi terhadap kondisi fisik. Ia menilai bahwa kebiasaan marah atau emosi yang tidak terkendali dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti tekanan darah tinggi dan masalah lambung.
“Orang yang mudah marah biasanya punya masalah kesehatan. Sebaliknya, ketika kita mampu mengendalikan emosi, tubuh kita juga akan lebih sehat,” ucapnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga kejernihan jiwa sebagai bagian dari kesehatan spiritual. Menurutnya, jiwa yang bersih akan membantu seseorang memahami nilai-nilai kehidupan serta membangun hubungan yang lebih baik dengan Tuhan dan sesama.
Melalui kegiatan ini, Opa Anton berharap masyarakat dapat mulai menerapkan pola hidup sehat secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat dimulai dari pengaturan pola makan, pengendalian emosi, hingga menjaga keseimbangan antara kesehatan tubuh dan jiwa.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan secara menyeluruh, terutama di tengah tantangan gaya hidup modern yang kerap mengabaikan keseimbangan tersebut. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan, serta menjadikan pola hidup sehat sebagai bagian dari budaya sehari-hari.