PAPUA — Kabar buruk kembali menghampiri industri game. Microsoft dikabarkan akan menggelar gelombang PHK baru di divisi Xbox pekan depan, dan salah satu proyek yang masuk daftar pemotongan adalah Marvel's Blade yang tengah dikembangkan Arkane Studios.
Laporan dari The Verge menyebut restrukturisasi ini tidak hanya mencakup pemutusan hubungan kerja, tetapi juga kemungkinan penutupan studio, merger antar tim, hingga pemutusan kontrak game yang sedang dalam pengembangan. Arkane Studios, yang sebelumnya dikenal lewat seri Dishonored dan Deathloop, disebut sebagai salah satu studio yang nasibnya sedang dipertimbangkan ulang oleh Microsoft.
Dalam situasi yang sama-sama tidak ideal, opsi penjualan Arkane ke pihak ketiga disebut sebagai skenario yang lebih baik dibandingkan penutupan total. Laporan tersebut mengklaim Xbox tengah menjajaki kemungkinan melepas Arkane ke pembeli lain, meskipun belum ada keputusan final yang diambil.
"Saya lebih suka Xbox tetap mempertahankan proyek ini dan menyelesaikannya," tulis salah satu redaktur Windows Central dalam analisisnya. "Tapi restrukturisasi yang dipimpin Asha Sharma tampaknya fokus pada pengembalian profitabilitas bisnis Xbox."
Kabar pembatalan ini cukup mengejutkan karena baru pekan lalu Todd Howard, eksekutif senior Bethesda, menyebut proyek Marvel's Blade berjalan dengan baik setelah meninjaunya secara langsung. Tak hanya itu, lead concept artist game tersebut juga sempat memberikan kode positif melalui unggahan di X (Twitter) soal progres pengembangan.
Menariknya, laporan The Verge menyebutkan Marvel's Blade awalnya ditargetkan rilis akhir tahun ini, sebelum target internalnya mundur ke akhir 2027. Jika informasi ini akurat, artinya game tersebut sudah berada dalam tahap pengembangan yang cukup jauh—jauh lebih matang dari perkiraan banyak pengamat.
Ini bukan pertama kalinya Microsoft melakukan pemangkasan besar-besaran. Sepanjang 2024, industri game global sudah kehilangan ribuan tenaga kerja akibat efisiensi di berbagai penerbit besar. Jika kabar ini benar, pekan depan akan menjadi periode sulit tidak hanya bagi karyawan Xbox, tetapi juga para penggemar yang sudah menaruh harapan pada proyek ambisius seperti Marvel's Blade.
Belum ada konfirmasi resmi dari Microsoft atau Bethesda soal laporan ini. Keputusan akhir masih bisa berubah, dan publik hanya bisa berharap Arkane mendapat kesempatan menyelesaikan game yang sudah mulai dikerjakannya.