Krisis BBM Akibat Serangan Ukraina Bikin Warga Rusia Buru Mobil Listrik China, Penjualan Geely-Chery Melejit

Penulis: Sutomo  •  Senin, 06 Juli 2026 | 15:46:01 WIB
Antrean panjang BBM di Rusia mendorong lonjakan penjualan mobil listrik dan hybrid merek China.

PAPUA — Serangan Ukraina yang menyasar kilang dan infrastruktur energi Rusia dalam beberapa pekan terakhir membuat pasokan bensin dan solar di sejumlah wilayah tertekan parah. Akibatnya, antrean panjang terjadi di SPBU dan harga eceran bensin di beberapa daerah melesat ke level tertinggi di Eropa. Situasi ini langsung mendorong perburuan mobil listrik dan hybrid buatan China.

Penjualan Hybrid Tembus 24.600 Unit, Merek China Kuasai Pasar

Data dari lembaga analitik Autostat menunjukkan, sebanyak 24.600 unit mobil plug-in hybrid baru terjual dalam lima bulan pertama tahun ini. Angka itu naik 125 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, penjualan mobil listrik murni tumbuh 19 persen menjadi 4.460 unit.

Merek China mendominasi daftar terlaris. Geely, Dongfeng, GAC, dan Chery menjadi andalan utama konsumen Rusia. Bahkan model listrik lokal Rusia, Evolute, dirakit dari kit yang dipasok oleh Dongfeng. "Bila krisis berlanjut, penjualan akan tumbuh signifikan dalam waktu dekat, dan China akan jadi penerima manfaat utama," ujar Sergei Udalov, direktur eksekutif Autostat, kepada Reuters.

Lonjakan Tajam di Pekan Terakhir Juni 2026

Akumulasi penjualan makin cepat pada Juni 2026 saat kelangkaan BBM benar-benar melanda. Pekan lalu saja, tercatat 1.754 unit mobil plug-in hybrid baru teregistrasi. Angka ini naik hampir sepertiga dari pekan sebelumnya dan nyaris 50 persen di atas rata-rata mingguan sepanjang tahun ini, menurut Sergei Tselikov, kepala Autostat.

Meski persentase pertumbuhannya fantastis, perlu dicatat pangsa pasar kendaraan listrik dan hybrid di Rusia masih kecil. Tahun lalu, keduanya baru menyumbang 4,3 persen dari total penjualan mobil nasional. Namun, tren ini diperkirakan akan berakselerasi jika krisis pasokan BBM tak kunjung reda.

Infrastruktur Charging Jadi Kendala, Pemilik Rumah Pribadi Diuntungkan

Meski permintaan melonjak, infrastruktur pengisian daya di Rusia masih menjadi pekerjaan rumah besar. Jumlah stasiun pengisian daya memang naik 20 persen dalam setahun hingga Juli 2026, namun di kota besar seperti Moskow, mengisi daya tetap merepotkan. Sebagian warga yang sudah lebih dulu memiliki mobil listrik pun mengakui hal ini.

"Di Moskow, itu masalah nyata untuk mengisi daya dengan benar," ujar Vasiliy, seorang pelanggan yang ditemui di diler. Ia mengaku beruntung tinggal di rumah pribadi di pedesaan dan sudah memasang stasiun pengisian daya sendiri. "Terutama dalam situasi saat ini, saya sama sekali tidak mengalami masalah," katanya sambil tertawa.

Alternatif Lain: Konversi ke Gas Alam Cair

Tidak semua warga Rusia memilih mobil listrik. Sebagian lainnya mengambil jalan berbeda dengan memasang alat khusus di kendaraan mereka agar bisa beralih menggunakan gas alam cair. Bahan bakar ini dinilai lebih murah dan lebih mudah didapatkan dibandingkan bensin atau solar yang sedang langka. Pilihan ini menunjukkan bahwa respons terhadap krisis energi di Rusia tidak tunggal, tergantung pada kondisi tempat tinggal dan akses infrastruktur masing-masing pengendara.

Reporter: Sutomo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top