Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Tenggara Kokopo, Papua Nugini, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Penulis: Yasir  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 16:45:31 WIB
Gempa magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Tenggara Kokopo, Papua Nugini, pada pukul 12:46 waktu setempat.

JAYAPURA — Guncangan gempa berkekuatan sedang melanda wilayah Tenggara Kokopo, Papua Nugini, siang tadi. Berdasarkan data resmi USGS, gempa terjadi pada pukul 12:46 waktu setempat atau 09:46 WIB dengan episenter di koordinat 5.81 Lintang Selatan dan 153.58 Bujur Timur.

Episenter di Laut, Tak Berpotensi Tsunami

Pusat gempa berada sekitar 217 kilometer di Tenggara Kokopo dengan kedalaman dangkal 10 kilometer. Meski getarannya kerap dirasakan, USGS mencatat gempa dengan magnitudo 5,3 ini masuk kategori sedang yang umumnya hanya menyebabkan kerusakan kecil.

Laporan dari USGS menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal itu mengindikasikan bahwa mekanisme patahan di dasar laut tidak memicu perpindahan vertikal massa air yang signifikan.

Imbauan untuk Warga di Kawasan Rawan Gempa

Warga di Papua Nugini dan wilayah sekitar, termasuk yang berada di pesisir, diimbau untuk tetap tenang. Meski ancaman tsunami sudah ditiadakan, potensi gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil tetap perlu diwaspadai.

Pihak berwenang setempat biasanya akan memantau perkembangan aktivitas seismik pascagempa utama. Masyarakat disarankan untuk menjauhi bangunan retak atau tidak stabil sebagai langkah antisipasi.

Data Terbaru dari USGS Jadi Acuan

Informasi ini bersumber dari data resmi USGS yang menjadi rujukan utama pemantauan gempa global. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan bangunan signifikan akibat gempa tersebut.

Gempa di kawasan Pasifik, termasuk Papua Nugini, memang kerap terjadi akibat aktivitas tektonik di Cincin Api Pasifik. Masyarakat diharapkan selalu mengakses informasi dari sumber terpercaya dan tidak mudah terpancing isu yang tidak jelas asal-usulnya.

Reporter: Yasir
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top