Harga Emas Antam Ambles ke Rp 2,6 Juta per Gram, Buyback Justru Terjun Lebih Dalam

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:37:01 WIB
Harga emas Antam hari ini tercatat Rp 2,6 juta per gram, sementara harga buyback turun lebih dalam ke level Rp 2.368.000 per gram.

PAPUA — Koreksi harga emas Antam terjadi di tengah tekanan pasar global. Mengutip situs resmi Logam Mulia, harga buyback—acuan saat konsumen menjual kembali emasnya ke Antam—justru merosot lebih dalam, turun Rp 30.000 ke level Rp 2.368.000 per gram. Selisih antara harga jual dan buyback ini menjadi catatan bagi investor yang ingin mengambil untung jangka pendek.

Fluktuasi ini bukan hal baru. Sepanjang sejarah, harga emas Antam sempat menyentuh rekor tertinggi Rp 3.168.000 per gram pada Kamis (29/1/2026) dengan buyback di level Rp 2.989.000. Pergerakan harga yang volatil ini membuat waktu transaksi menjadi faktor krusial bagi pembeli maupun penjual.

Rincian Harga Emas Antam per Gram

Untuk pecahan terkecil 0,5 gram, harga dibanderol Rp 1.351.500. Sementara untuk kepingan 1 gram, konsumen harus menyiapkan dana Rp 2.603.000. Semakin besar ukuran, semakin rendah biaya premium per gramnya.

Berikut rincian lengkap harga emas Antam pada hari ini:

  • 2 gram: Rp 5.146.000
  • 5 gram: Rp 12.790.000
  • 10 gram: Rp 25.525.000
  • 25 gram: Rp 63.687.000
  • 50 gram: Rp 127.295.000
  • 100 gram: Rp 254.512.000

Untuk pecahan besar, harga 250 gram mencapai Rp 636.015.000, sementara 500 gram dibanderol Rp 1.271.820.000. Adapun kepingan 1 kilogram (1000 gram) dipatok Rp 2.543.600.000.

Harga Emas Dunia Tertekan Dolar AS

Pelemahan harga emas Antam tak lepas dari tekanan di pasar global. Harga emas spot tercatat ambles 1,8 persen ke posisi US$ 4.027,75 per ons pada Jumat (31/7/2026), setelah sempat turun hingga 2 persen di awal sesi. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga tertekan 1,9 persen ke level US$ 4.025,10.

"Meskipun emas hampir mengakhiri tren penurunan selama empat bulan berturut-turut, logam mulia ini kesulitan untuk mencatatkan kenaikan signifikan di atas level psikologis US$ 4.000," ujar Analis Bybit, Han Tan.

Tekanan utama datang dari rebound dolar AS yang menguat 0,5 persen setelah sehari sebelumnya anjlok 2,4 persen—penurunan harian terbesar sejak Januari 2023. Dolar yang perkasa membuat emas semakin mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan.

Inflasi Melandai, Suku Bunga Jadi Sorotan

Di tengah tekanan tersebut, emas sebenarnya masih ditopang data inflasi AS yang melambat pada Juni. Hal ini mendorong para pedagang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga AS pada September kini hanya 65 persen, turun dari lebih dari 80 persen sepekan sebelumnya.

Ketua The Fed, Kevin Warsh, pekan ini menegaskan komitmen kuat untuk menurunkan inflasi tanpa memberikan sinyal kesiapan menaikkan suku bunga. Namun, penurunan inflasi tersebut dinilai bersifat sementara karena memanasnya kembali konflik di Timur Tengah berpotensi mendongkrak harga minyak.

Logam mulia lainnya juga kompak tertekan. Harga perak di pasar spot turun 2,9 persen ke US$ 57,29 per ons, platinum melemah 2,5 persen ke US$ 1.618,97, dan paladium jatuh 3,4 persen ke US$ 1.260—meski ketiganya masih mencatat kenaikan bulanan.

Sepanjang Juli 2026, emas mencatat kenaikan 0,5 persen, kenaikan bulanan terbesar sejak Februari saat konflik dengan Iran baru saja dimulai. Koreksi harga hari ini menjadi ujian apakah level US$ 4.000 per ons mampu bertahan sebagai support psikologis pasar.

Reporter: Yasir
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top