PAPUA — Google kembali menyempurnakan aplikasi pesan default Android mereka. Setelah tahap pengujian dimulai pada Januari, Google Messages kini memperluas akses beta untuk desain ulang menu tekan lama yang difokuskan pada kemudahan penggunaan satu tangan. Pembaruan ini mengubah total cara pengguna berinteraksi dengan pesan, dari sekadar membalas hingga menyalin teks secara presisi.
Perubahan paling terlihat ada pada tata letak menu. Sebelumnya, menekan lama sebuah pesan akan memunculkan toolbar di bagian atas layar dengan tiga aksi utama di sisi kanan, sementara opsi lainnya tersembunyi di menu tiga titik. Kini, desain baru menerapkan efek blur pada latar belakang, dengan bilah emoji yang tetap berada di atas teks atau gambar.
Alih-alih toolbar di atas, menu aksi kini muncul di bagian bawah layar, tepat di bawah pesan yang dipilih. Posisi ini jauh lebih mudah dijangkau ibu jari saat menggunakan ponsel dengan satu tangan.
Menu tersebut menampilkan opsi-opsi berikut:
Jika daftar opsi terlalu panjang dan tidak muat di layar, item yang dipilih akan otomatis berpindah ke posisi lebih atas dengan animasi memantul yang halus. Detail kecil ini menunjukkan perhatian Google terhadap aspek visual dan kenyamanan pengguna.
Fitur ini menjadi nilai jual utama pembaruan. Sebelumnya, pengguna hanya bisa menyalin seluruh isi pesan dalam satu kali tekan. Kini, tekanan lama kedua (second long-press) pada teks akan mengaktifkan mode seleksi yang memungkinkan pengguna menyalin hanya bagian tertentu dari pesan.
Kemampuan ini sangat berguna ketika Anda hanya butuh mengutip satu nomor telepon, alamat, atau kode OTP dari sebuah pesan panjang tanpa harus menyalin semuanya lalu memotongnya secara manual di kolom chat lain.
Desain menu baru ini mulai terlihat pada versi beta Google Messages terbaru (20260731_00_RC00) sebagai bagian dari pembaruan server-side. Artinya, meski Anda sudah mengunduh versi beta terbaru, fitur ini mungkin belum langsung aktif.
Bagi pengguna yang belum melihat perubahan ini, Google menyarankan langkah berikut:
Pembaruan ini menjadi bagian dari upaya Google memperkuat ekosistem RCS (Rich Communication Services) yang semakin matang. Sebelumnya, Google Messages juga dikabarkan akan memungkinkan pengguna mengkustomisasi grid pintasan, sementara Samsung Messages secara resmi akan dihentikan demi fokus ke Google Messages. Di sisi lain, iOS 27 kabarnya akan menambahkan balasan inline dan reaksi foto untuk percakapan RCS antara Android dan iPhone.
Bagi pengguna yang sering berkirim pesan dalam jumlah banyak, desain baru ini jelas lebih efisien. Namun, perlu diingat bahwa fitur ini masih dalam tahap beta dan belum diketahui kapan akan dirilis secara stabil untuk semua pengguna.