PAPUA — Setelah memasuki fase MPASI, Bunda mungkin bertanya-tanya mengapa jarum timbangan bayi tidak kunjung bergeser naik. Padahal, berat badan adalah indikator utama tumbuh kembang yang optimal. Jika masalah medis seperti gangguan pencernaan sudah disingkirkan dokter, penyebab paling umum justru sederhana: asupan lemak harian Si Kecil yang belum tercukupi.
Ahli gizi Jill Castle, RD, menjelaskan bahwa komposisi ASI dan susu formula saja sekitar setengahnya berasal dari lemak. "Bayi dan anak usia dini memang memiliki kebutuhan lemak yang lebih tinggi," ujarnya dikutip dari Parents. Lemak tak hanya menyehatkan otak, tapi juga membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K.
Kabar baiknya, lemak sehat mudah ditemukan di bahan makanan sehari-hari. Berikut 10 pilihan terbaik yang bisa Bunda olah untuk membantu menaikkan berat badan bayi secara bertahap.
Setiap 1 gram lemak mengandung sekitar 9 kalori, jauh lebih tinggi dibanding protein atau karbohidrat yang hanya 4 kalori. Menambahkan satu sendok teh minyak zaitun ke dalam puree sayuran adalah cara paling praktis untuk meningkatkan kepadatan kalori makanan.
Kacang-kacangan kaya lemak sehat dan nutrisi. Castle menyarankan mencampurkan sedikit selai kacang tanah, almond, atau mede ke dalam bubur sereal pagi hari. American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology juga menyebut perkenalan bertahap saat MPASI justru bisa menurunkan risiko alergi di kemudian hari.
Taburan keju parut di atas puree bisa menambah aroma, rasa, dan kalori. Selain lemak sehat, keju mengandung protein, zinc, vitamin B12 untuk perkembangan otak, serta kalsium, fosfor, dan vitamin D untuk pertumbuhan tulang dan gigi.
Rasanya yang netral membuat alpukat mudah diperkenalkan di awal fase MPASI. Cukup haluskan daging buahnya, atau tambahkan sedikit ASI untuk melembutkan teksturnya. Alpukat adalah salah satu buah dengan kandungan lemak tak jenuh tertinggi.
Tidak semua buah memiliki kalori yang sama. Dibandingkan semangka, apel, atau stroberi, pisang mengandung kalori lebih tinggi dan menjadi sumber kalium serta serat yang baik. Teksturnya yang lembut juga praktis untuk dihaluskan langsung.
Menaburkan oatmeal ke dalam puree tidak hanya membuat tekstur lebih kental dan mengenyangkan, tetapi juga menambah kandungan zat besi dan zinc—dua mikronutrien penting untuk pertumbuhan bayi.
Seperti pisang, buah pir memiliki kalori lebih tinggi dibanding beberapa buah lain. Kukus pir matang hingga lunak, lalu haluskan dengan garpu. Pir juga mudah dicerna dan jarang memicu alergi, cocok untuk bayi yang baru mulai MPASI.
Sebelum usia 1 tahun, bayi memang belum boleh minum susu sapi sebagai minuman utama. Namun, produk olahan seperti yogurt tetap diperbolehkan. Pilih yogurt full-fat tanpa gula tambahan untuk memastikan asupan kalori dan lemak yang dibutuhkan bayi.
Memasuki usia 1-2 tahun, susu sapi full cream (whole milk) bisa menjadi tambahan sumber energi. Kandungan lemaknya yang utuh membantu memenuhi kebutuhan kalori yang tinggi pada usia emas pertumbuhan ini.
Kunci utama menaikkan berat badan bayi bukan hanya satu jenis makanan, melainkan kombinasi dari beberapa bahan di atas dalam satu porsi. Misalnya, puree pisang dicampur selai kacang, atau bubur oatmeal dengan tambahan keju parut dan sedikit minyak zaitun.
Jika Bunda sudah mencoba berbagai variasi menu di atas namun berat badan bayi tetap tidak naik dalam beberapa minggu, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Sebelum mengubah pola makan secara drastis, penting untuk memastikan tidak ada masalah medis yang mendasarinya.
Setiap bayi memiliki ritme pertumbuhannya sendiri. Dengan menu yang tepat dan pendampingan medis yang baik, kenaikan berat badan Si Kecil akan segera kembali ke jalurnya.