PAPUA — Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) resmi membuka kembali pendaftaran undangan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka. Pendaftaran tambahan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, 8-9 Agustus 2026, dan akan ditutup otomatis jika kuota harian terpenuhi.
Dalam unggahan akun Instagram resmi @kemensetneg.ri, panitia mengimbau masyarakat untuk menyiapkan data diri dan memastikan koneksi internet stabil sebelum melakukan pendaftaran. "Jangan sampai terlewat lagi! Pasang pengingat, siapkan data diri, dan pastikan koneksi internetmu stabil. Yuk, langsung amankan kuotamu melalui situs resmi: https://pandang.istanapresiden.go.id," tulis informasi tersebut, dikutip Sabtu (8/8/2026).
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi pandang.istanapresiden.go.id. Masyarakat dapat memilih sesi Upacara Detik-Detik Proklamasi atau Upacara Penurunan Bendera. Setiap pendaftar wajib menyiapkan foto digital KTP asli yang masih berlaku, sementara anak dan remaja usia 12 hingga 17 tahun menggunakan Kartu Identitas Anak (KIA).
Selain identitas, panitia meminta swafoto formal terbaru dengan memegang identitas diri, menghadap kamera, berekspresi netral, dan mengenakan pakaian berkerah. Proses pendaftaran ini tidak dipungut biaya apa pun alias gratis, dan undangan yang diberikan dilarang diperjualbelikan.
Pemerintah mengalokasikan total 8.100 kursi bagi masyarakat yang ingin menghadiri langsung upacara di Istana Merdeka. Dengan adanya perpanjangan ini, warga yang sebelumnya gagal mengamankan slot kembali memiliki kesempatan, namun harus bersaing dengan kuota harian yang terbatas.
Panitia menegaskan setiap peserta hanya berhak mengajukan satu kali permohonan pendaftaran. Artinya, satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak dapat digunakan berulang kali. Bagi yang dinyatakan lolos, undangan fisik dapat ditukarkan dengan menunjukkan KTP atau KIA di lokasi yang telah ditentukan panitia.
Kemensetneg mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan lembaga tersebut. Pastikan hanya melakukan pendaftaran melalui laman resmi yang telah ditentukan, dan jangan pernah menyerahkan data pribadi atau melakukan pembayaran kepada pihak mana pun yang mengklaim dapat membantu mengamankan undangan.
Proses verifikasi data dilakukan secara ketat oleh panitia. Masyarakat diminta memeriksa kembali seluruh data sebelum mengirim formulir, serta mengecek status pendaftaran dan email secara berkala untuk mendapatkan petunjuk pengambilan undangan.