JAYAPURA — Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perikanan menggandeng tenaga profesional dari kementerian untuk mendampingi warga Muara Tami mengolah hasil tangkapan ikan menjadi produk bernilai jual lebih tinggi. Pelatihan dan penyerahan bantuan ini berlangsung di Kampung Skow Yambe dan Skow Sae, Distrik Muara Tami, pada Senin lalu.
Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata visi pemerintah daerah dalam memperluas ruang usaha produktif bagi masyarakat. Ia berharap peralatan yang diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai peruntukannya, bukan sekadar menjadi barang simpanan.
Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura Matheys Sibi merinci bahwa bantuan diberikan kepada 21 penerima. Rinciannya, lima orang dari Kampung Skow Yambe, lima orang dari Kampung Skow Sae, dan 11 orang dari kelompok pemuda Gereja Port Numbay.
Pelatihan yang diberikan tidak hanya sebatas teknik memasak, tetapi juga mencakup verifikasi produk. Materi ini penting agar kemasan dan kualitas olahan ikan warga memenuhi syarat masuk ke jaringan ritel modern di Kota Jayapura.
Rustan Saru menjelaskan bahwa pemahaman tentang pengemasan menjadi kunci utama. Menurutnya, produk yang dikemas menarik akan lebih mudah menarik minat pembeli dan bersaing di pasar yang lebih luas.
"Apabila produk hasil olahan perikanan mampu dipasarkan dengan baik maka akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal," kata Rustan di Jayapura, Senin.
Program ini merupakan salah satu manifestasi dari visi misi pemerintah daerah untuk menciptakan lapangan kerja bagi Orang Asli Papua. Dengan adanya keterampilan mengolah ikan, warga tidak lagi bergantung pada penjualan ikan mentah yang fluktuatif harganya.
Dinas Perikanan menargetkan ke depan produk olahan seperti bakso ikan, nugget, atau kerupuk yang dihasilkan warga Muara Tami tidak hanya dipasarkan secara terbatas di lingkungan kampung. Pemerintah kota mendorong agar produk tersebut bisa menembus pasar modern dan menjadi sumber pendapatan tetap bagi keluarga.
Pendampingan dari tenaga profesional kementerian diharapkan berkelanjutan, bukan hanya saat penyerahan bantuan. Hal ini untuk memastikan kualitas produksi konsisten dan warga mampu mengelola usaha secara mandiri setelah program selesai.