Festival Kopi Papua ke-9 Tutup, Transaksi UMKM Tembus Rp 1,12 Miliar dan Raih Kesepakatan Bisnis Rp 2,45 Miliar

Penulis: Ragil  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:04:31 WIB
Festival Kopi Papua ke-9 ditutup di Jayapura dengan total transaksi UMKM mencapai Rp 1,12 miliar.

JAYAPURA — Perhelatan Festival Kopi Papua (Feskop) ke-9 Tahun 2026 resmi berakhir setelah digelar selama tiga hari di Halaman Kantor Gubernur Papua. Ajang bertema "Merawat Warisan, Membangun Masa Depan Papua" ini menjadi lokomotif penggerak ekonomi kerakyatan, terbukti dari nilai transaksi UMKM yang menembus angka fantastis.

Berdasarkan catatan panitia, total transaksi UMKM selama festival mencapai Rp 1.126.558.000. Khusus transaksi nontunai melalui QRIS tercatat sebesar Rp 706.734.000, menandakan adopsi pembayaran digital di kalangan pelaku usaha lokal terus menguat.

Kesepakatan Bisnis Tembus Rp 2,45 Miliar

Daya tarik Feskop tidak hanya berhenti pada transaksi harian pengunjung. Dari sesi business matching yang mempertemukan petani, roaster, dan pembeli, tercatat nominal kesepakatan mencapai Rp 2.455.000.000. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa kopi Papua punya pasar yang serius, baik domestik maupun internasional.

Sepanjang festival yang dikunjungi sekitar 14.000 orang itu, 60 UMKM dari sektor kopi, makanan dan minuman (F&B), serta kriya dan fesyen kebagian meraup untung. Kegiatan yang digelar pun beragam, mulai dari Papua Origin Village, Barista Bootcamp, Barista Championship, hingga talkshow dan edukasi perbankan.

Kepala BI Papua: Keberhasilan Bukan Cuma Soal Uang

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, menegaskan bahwa kesuksesan festival tidak diukur semata dari besarnya nilai transaksi. Menurut dia, terbukanya peluang usaha baru dan tumbuhnya kebanggaan masyarakat terhadap kopi asli Papua adalah indikator keberlanjutan ekosistem yang jauh lebih penting.

"Keberlanjutan ekosistem kopi Papua juga ditentukan oleh masyarakat yang terus memilih, menikmati, dan membanggakan produk-produk Tanah Papua," ujar Warsono dalam sambutan penutupan, didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Suzana Wanggai.

Ekspansi Pasar Global dan Dukungan Pemprov Papua

Upaya memperkenalkan kopi Papua ke pasar yang lebih luas tidak berhenti di Jayapura. Sepanjang tahun ini, promosi telah dilakukan di tiga ajang internasional, yakni World of Coffee San Diego, Amsterdam Coffee Festival, dan World of Coffee Bangkok. Langkah ini sejalan dengan visi memperkuat rantai nilai kopi dari hulu ke hilir.

Pemerintah Provinsi Papua menyambut baik capaian tersebut. Suzana Wanggai menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Feskop yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha. Status Feskop sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 disebutnya menjadi momentum strategis untuk mengenalkan Papua dalam kalender pariwisata nasional.

Bank Indonesia Papua memastikan sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis akan terus dilanjutkan. Fokus ke depan meliputi peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan digitalisasi, akses pembiayaan, serta promosi kopi Papua ke pasar yang lebih luas. Penutupan festival ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi baru yang berkelanjutan bagi ekosistem kopi Papua.

Reporter: Ragil
Sumber: reportasepapua.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top