PAPUA — Program Director Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono, mengungkapkan bahwa partisipasi tujuh negara ini menjadi indikator positif bagi perkembangan pembinaan sepak bola putri di Asia. Ia menilai turnamen ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang bagi para pesepakbola belia untuk mengukur kemampuan melawan karakter permainan yang beragam.
Indonesia tak hanya diwakili Garuda Pertiwi yang ditangani Timo Scheunemann, tetapi juga Putri Nusantara di bawah arahan Takumi Taniguchi. Langkah ini diambil karena perkembangan sepak bola putri nasional dinilai sedang berada di fase pertumbuhan pesat.
"Ajang ini menjadi sarana pembinaan pemain yang sangat efektif sekaligus pemanasan ideal menuju Kualifikasi AFC U-17," tegas Takumi. Sementara itu, Timo menambahkan bahwa pengalaman melawan tim asing adalah kebutuhan utama untuk membentuk mental atlet tangguh bagi timnas senior di masa depan.
Dua lawan berat justru datang dari Asia Tenggara. Pelatih Malaysia, Fairuz Montana Bin Zainal Abidin, datang dengan target tinggi. "Kami datang bukan untuk holiday tapi untuk menjadi juara dan mengalahkan tuan rumah," ujarnya. Thailand juga serius dengan mempersiapkan skuadnya sejak bulan lalu usai tampil di kompetisi AFC U-17, karena turnamen ini dianggap sebagai pemanasan ideal menuju Kualifikasi Piala Asia Putri.
Selain kualitas pertandingan, Teddy menjamin standar penyelenggaraan event ini setara turnamen internasional. Fasilitas di Supersoccer Arena dinilai mumpuni, ditambah dukungan budaya lokal Kudus yang ramah akan menjadi pengalaman tersendiri bagi para atlet muda.
Turnamen ini merupakan hasil kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama PSSI. Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya federasi dalam membangun ekosistem kompetisi putri yang lebih luas dan berkelanjutan di Indonesia.