JAYAPURA — Sebaran penduduk berakar budaya Melanesia di Indonesia tidak hanya terpusat di Papua. Berdasarkan data kependudukan, populasi terbesar justru berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mencapai 5.751.491 jiwa, disusul Maluku dengan 1.970.563 jiwa, dan Maluku Utara sebanyak 1.394.231 jiwa.
Jika seluruh provinsi dengan populasi ras Melanesia diakumulasi, totalnya melampaui jumlah penduduk di negara-negara anggota MSG seperti Papua Nugini, Vanuatu, Kepulauan Solomon, dan Fiji. Pemerintah Indonesia kerap mengangkat fakta kependudukan ini dalam forum MSG sebagai bentuk keterhubungan budaya dengan Pasifik.
Melanesia Bukan Nama Asli, Indonesia Justru Diabadikan dalam Sumpah Pemuda
Istilah Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia bukanlah nama asli yang digunakan penduduk kepulauan Pasifik. Nama-nama itu diberikan oleh para ahli etnologi asing dengan akar bahasa Yunani dan Latin. Akhiran "nesos" berarti pulau, sementara awalan "melano" berarti hitam, "mikro" berarti sangat kecil, dan "poli" berarti banyak.
Menariknya, dari semua nama yang diberikan para peneliti asing itu, hanya "Indonesia" yang kemudian ditetapkan secara resmi dalam Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Nama tersebut hingga kini menjadi identitas resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berbeda dengan sebutan etnologis yang hanya menjadi penanda geografis.
Enam Provinsi Masuk Kategori Termiskin, Infrastruktur Jadi Biang Kerok
Di balik besarnya jumlah populasi, data BPS menempatkan hampir seluruh provinsi Melanesia di Indonesia dalam kategori termiskin. Papua Tengah menempati peringkat teratas dengan persentase penduduk miskin 29,45%, disusul Papua Pegunungan 27,21%, Papua Barat 19,58%, dan Papua Selatan 19,26%.
Papua tercatat 17,82%, sementara Papua Barat Daya dan NTT sama-sama berada di angka 17,50%. Hanya Provinsi Maluku dan Maluku Utara yang lolos dari kategori provinsi termiskin di kelompok ini.
BPS mencatat faktor utama penyebab kemiskinan di wilayah-wilayah tersebut adalah infrastruktur yang belum memadai serta medan geografis yang sulit. Kondisi ini membuat biaya logistik dan pembangunan menjadi sangat mahal dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Pemekaran Wilayah Perluas Cakupan Administrasi Melanesia
Secara tradisional, wilayah dengan akar budaya dan ras Melanesia mencakup lima provinsi utama, yakni Maluku, Maluku Utara, NTT, Papua, dan Papua Barat. Namun seiring pemekaran wilayah, cakupan di tanah Papua kini juga mencakup Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.
Selain itu, Timor Leste yang pernah menjadi provinsi ke-27 Indonesia kini menjadi negara merdeka dan berbatasan langsung dengan NTT. Sementara itu, Papua Nugini berbatasan darat langsung dengan Provinsi Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Kondisi geografis yang berbatasan dengan negara-negara Pasifik ini menjadikan Indonesia memiliki posisi strategis dalam MSG, baik dari sisi jumlah penduduk maupun kedekatan budaya dengan kawasan Melanesia.