NABIRE — BMKG mencatat episenter gempa berada di koordinat 4,07° Lintang Selatan dan 136,25° Bujur Timur. Lokasinya tepatnya di darat, sekitar 4 kilometer arah Barat Daya Deiyai, dengan kedalaman hiposenter 10 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif," ujar pihak BMKG Nabire dalam rilis resminya, Rabu.
Getaran Dirasakan Warga di Dalam Rumah
Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan dirasakan di Paniai dengan skala intensitas II-III MMI. Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah dan seakan-akan ada truk yang sedang berlalu.
Meski terasa jelas, BMKG memastikan belum ada catatan kerusakan bangunan akibat kejadian ini. Hingga pukul 16.30 WIT, monitoring yang dilakukan lembaga tersebut juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.
Imbauan BMKG: Periksa Bangunan Sebelum Masuk Kembali
Menyusul kejadian ini, BMKG mengeluarkan imbauan khusus bagi warga Paniai dan sekitarnya. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya pada isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," kata BMKG.
Lebih lanjut, warga yang rumahnya sempat terguncang diminta untuk memeriksa dan memastikan kondisi bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan stabilitas struktur sebelum memutuskan kembali ke dalam rumah.
Wilayah Papua memang dikenal sebagai kawasan rawan gempa karena berada pada jalur tumbukan lempeng dan memiliki banyak sesar aktif. Kejadian gempa dangkal seperti ini kerap terjadi dan menjadi pengingat bagi warga untuk selalu waspada terhadap potensi bencana geologi.