Telkom Kerahkan Tim Perbaikan Jaringan Usai Gempa M7,7 Flores, Pasokan Listrik Jadi Kendala Utama

Penulis: Ragil  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:55:31 WIB
Tim Telkom memeriksa perangkat jaringan yang terdampak gempa M7,7 di Flores, Nagekeo, NTT.

PAPUA — Gempa dahsyat yang berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer itu memicu gangguan layanan telekomunikasi di sejumlah wilayah terdampak. TelkomGroup mencatat penurunan kualitas layanan yang signifikan, terutama untuk sambungan internet dan telepon seluler.

EVP Telkom Regional III, Rachmad Dwi Hartanto, mengungkapkan bahwa proses pemulihan saat ini sangat bergantung pada kestabilan aliran listrik di lokasi terdampak. Tanpa pasokan listrik yang memadai, perangkat jaringan tidak dapat beroperasi secara optimal.

"Penurunan kualitas layanan TelkomGroup terutama disebabkan oleh kendala pasokan listrik di wilayah terdampak dan sejumlah kerusakan perangkat akibat gempa," ujar Rachmad dalam keterangan resminya, Minggu (16/8/2026).

Genset Tambahan Dikerahkan untuk Jaga Operasional

Untuk mengatasi persoalan listrik tersebut, TelkomGroup tidak tinggal diam. Perusahaan pelat merah itu mengaktifkan genset tambahan dengan kapasitas terbatas sebagai sumber pasokan listrik alternatif. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas operasional perangkat jaringan yang masih berfungsi.

"TelkomGroup juga mengaktifkan genset tambahan dengan kapasitas terbatas sebagai penguatan suplai listrik untuk menjaga stabilitas operasional perangkat jaringan dan mendukung proses pemulihan layanan," jelas Rachmad.

Di samping itu, tim teknis dari Telkom telah diterjunkan ke lapangan untuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak. Seluruh sumber daya yang diperlukan dikerahkan agar layanan komunikasi dan digital masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin.

Gempa Susulan Masih Terus Terjadi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas gempa susulan masih berlangsung hingga keesokan harinya. Hingga 15 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB, tercatat 235 gempa susulan dengan magnitudo bervariasi, mulai dari M2,5 hingga yang terbesar mencapai M6,2.

Pada Minggu (16/8/2026), BMKG juga masih mencatat gempa berkekuatan M5,2 di sekitar Manggarai Timur. Gempa tersebut dinyatakan tidak berpotensi tsunami, namun tetap menambah kekhawatiran warga yang tengah berjuang memulihkan kondisi pascabencana.

TelkomGroup Minta Maaf kepada Pelanggan

Atas penurunan kualitas layanan ini, Rachmad menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pelanggan dan masyarakat yang terdampak. Ia juga mengapresiasi kesabaran dan dukungan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.

"TelkomGroup menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan dan masyarakat atas kejadian ini. Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pengertian dan dukungan yang diberikan selama proses pemulihan berlangsung," kata Rachmad.

Perusahaan memastikan proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan stabilitas operasional perangkat jaringan. Perbaikan infrastruktur yang rusak akibat gempa menjadi fokus utama agar masyarakat Flores dapat segera terhubung kembali dengan layanan telekomunikasi dan digital yang andal.

Reporter: Ragil
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top