PAPUA — Keputusan ini menimbulkan pertanyaan besar bagi konsumen yang selama ini mengandalkan OnePlus sebagai "flagship killer" dengan harga agresif. Meski perusahaan berjanji tetap memberikan dukungan perangkat lunak dan layanan purna jual, perubahan fundamental pada sistem operasi menjadi titik krusial yang sulit diabaikan.
Bagi pengguna di Indonesia, kabar ini menjadi pertimbangan serius. Pasalnya, daya tarik utama OnePlus selama ini bukan hanya spek gahar, tetapi juga pengalaman software yang bersih dan kaya fitur, sebuah identitas yang kini mulai luntur.
OxygenOS adalah salah satu keunggulan terbesar OnePlus. Sejak era OnePlus One yang menggunakan CyanogenMod, hingga versi buatan sendiri yang dikenal mulus dan penuh kustomisasi, sistem ini selalu mendapat pujian. Namun, era tersebut kini berakhir.
Pengguna yang ingin merasakan versi Android terbaru di perangkat OnePlus mereka diwajibkan beralih ke ColorOS, antarmuka milik Oppo. Keputusan ini jelas membuat banyak pengguna kecewa, terutama mereka yang sudah bertahun-tahun menikmati keunikan OxygenOS.
Kekecewaan ini bisa dipahami, tetapi secara teknis perbedaannya kini tipis. Sejak 2021, OxygenOS dan ColorOS telah berbagi basis kode (codebase) yang sama. Perbedaan yang tersisa hanyalah beberapa aplikasi bawaan (bloatware) di ColorOS yang lebih banyak, serta beberapa "telur Paskah" khas OnePlus yang mungkin akan hilang.
Di tengah ketidakpastian ini, OnePlus 15 tetap menjadi perangkat yang menarik. Dengan harga sekitar USD 900 (sekitar Rp 14,8 juta), ponsel ini menawarkan nilai yang sulit ditandingi. Performa Snapdragon 8 Elite Gen 5, layar OLED yang terang, dan kecepatan pengisian daya 120W yang gila adalah kombinasi yang membuatnya layak dilirik.
Namun, keputusan untuk membeli di masa transisi ini adalah taruhan besar. Kabar baiknya, OnePlus tidak mengunci pengguna dalam ekosistem tertutup ala Apple. Aksesori seperti OnePlus Buds atau OnePlus Watch tetap bisa dipakai di perangkat Android lain tanpa kehilangan fitur utama.
Bagi yang tetap nekat, ada jaminan dukungan. OnePlus 15 dan OnePlus 15R dijanjikan mendapat empat pembaruan sistem Android dan enam tahun tambalan keamanan. Layanan purna jual juga masih bisa diakses melalui situs resmi OnePlus, dan perusahaan berkomitmen menghormati garansi yang ada.
Jawaban singkatnya: hanya jika Anda siap berkompromi. Jika prioritas utama Anda adalah performa terbaik dan pengisian daya super cepat dengan budget terbatas, OnePlus 15 masih menjadi pilihan masuk akal. Anda hanya perlu menerima kenyataan bahwa pengalaman software di masa depan akan berubah menjadi ColorOS.
Sebaliknya, jika Anda adalah pengguna yang sangat menghargai kemurnian OxygenOS dan ingin kepastian ekosistem jangka panjang, mencari alternatif dari merek lain yang masih aktif di pasar global mungkin adalah langkah yang lebih bijak. Keputusan ini pada akhirnya kembali pada prioritas Anda: mengejar spesifikasi gila dengan risiko, atau memilih stabilitas dan masa depan yang lebih jelas.