Rupiah Tertekan Sentimen Timur Tengah, Pasar Menanti Hasil RDG BI Sore Ini

Penulis: Fajar  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:28:31 WIB
Petugas menunjukkan pergerakan nilai tukar rupiah di sebuah papan kurs di Jakarta.

PAPUA — Pasar valuta asing domestik memulai perdagangan dengan hati-hati. Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah masih bersumber dari ketidakpastian konflik di kawasan Timur Tengah yang mendorong harga komoditas energi naik. Kondisi ini biasanya mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti dolar AS.

Meski demikian, potensi pelemahan rupiah diprediksi terbatas. Pelaku pasar cenderung menahan diri untuk mengambil posisi besar sebelum pengumuman kebijakan suku bunga acuan dari Bank Indonesia.

Pergerakan Mata Uang Kawasan dan Negara Maju

Di pasar Asia, pergerakan mata uang terpantau bervariasi. Won Korea Selatan memimpin penguatan dengan naik 0,39 persen, disusul yen Jepang yang menguat 0,10 persen. Sementara itu, baht Thailand dan peso Filipina sama-sama melemah 0,12 persen.

Dari kelompok mata uang utama negara maju, dolar Australia menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 0,17 persen. Poundsterling Inggris melemah tipis 0,01 persen, sedangkan euro dan franc Swiss masing-masing menguat 0,01 persen dan 0,05 persen.

Fokus Pasar: Sinyal Suku Bunga BI

Hasil RDG BI yang diumumkan sore ini menjadi katalis utama yang ditunggu pasar. Investor ingin melihat sikap bank sentral terhadap tekanan eksternal, terutama bagaimana BI merespons gejolak nilai tukar dan kenaikan harga minyak yang berpotensi mendorong inflasi.

Keputusan BI akan menentukan arah pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan. Jika bank sentral memberikan sinyal hawkish atau menaikkan suku bunga, hal itu bisa menjadi angin segar bagi penguatan rupiah. Sebaliknya, sikap akomodatif berpotensi memperpanjang pelemahan.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS sepanjang hari ini. Level support di kisaran Rp17.800 dinilai akan menjadi pertahanan utama jika tekanan jual dolar AS menguat.

"Namun, pelemahan mungkin akan terbatas, dengan investor cenderung wait and see menantikan RDG BI sore ini," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Keputusan suku bunga acuan akan diumumkan pada sore hari ini. Pergerakan rupiah setelah pengumuman tersebut akan menjadi indikasi arah pasar untuk sesi perdagangan berikutnya.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Fajar
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top