Saham PIPA Cetak Rekor Rp167 usai Rencana Akuisisi Perusahaan Migas, Net Buy Asing Tembus Rp2,5 Miliar

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:55:31 WIB
Harga saham PIPA menembus rekor Rp167 pada Rabu (19/8/2026) setelah rencana akuisisi perusahaan migas diumumkan.

PAPUA — Lonjakan harga saham PIPA bukan tanpa sebab. Pada Rabu (19/8/2026), PT Morris Capital Indonesia (MCI) selaku pemegang saham pengendali resmi mengirimkan surat kepada Dewan Komisaris. Isinya menegaskan komitmen penuh untuk mendukung pengembangan usaha perseroan, termasuk rencana aksi korporasi strategis.

Target utama dari aksi korporasi ini adalah akuisisi sebuah perusahaan yang telah beroperasi selama 14 tahun. Perusahaan tersebut bergerak di bidang perdagangan alat teknik dan konstruksi, serta jasa konsultan teknik dan engineering. Sejak 2025, perusahaan target mulai ekspansi ke bisnis pengolahan migas setelah memenangkan kontrak senilai lebih dari US$100 juta.

Manajemen PIPA menargetkan penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat atau conditional share purchase agreement (CSPA) rampung pada Agustus 2026 ini. Namun, realisasi transaksi masih menunggu penyelesaian negosiasi, dokumentasi, serta persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Investor Asing Ikut Ambil Posisi

Data perdagangan menunjukkan investor asing turut berpartisipasi dalam aksi beli saham PIPA. Tercatat nilai beli asing mencapai Rp14,01 miliar, sementara nilai jualnya Rp11,48 miliar. Hasilnya, terjadi net buy asing sekitar Rp2,53 miliar sepanjang sesi perdagangan Rabu kemarin.

Volume transaksi saham PIPA pun tercatat sangat ramai, mencapai 9,16 juta lembar saham dengan frekuensi 39.820 kali transaksi. Angka ini menunjukkan antusiasme pasar yang luar biasa terhadap kabar akuisisi tersebut.

Sentimen Sektor Energi Ikut Mengangkat

Selain kabar spesifik perseroan, penguatan saham PIPA juga ditopang sentimen sektoral. Sehari sebelumnya, Selasa (18/8/2026), sektor saham energi di BEI melompat 2,24 persen—menjadi yang tertinggi di antara seluruh sektor. IHSG sendiri ditutup menguat 0,75 persen ke level 6.449,83 pada hari yang sama.

Kombinasi antara sentimen sektor dan katalis aksi korporasi membuat saham PIPA menjadi primadona di tengah pasar yang sedang bergairah. Apalagi, saham ini memang dikenal sangat fluktuatif sepanjang 2025 hingga 2026, dengan rentang harga 52 minggu terakhir berada di kisaran Rp14 hingga Rp625 per saham.

Proyeksi Pergerakan Harga ke Depan

Mengacu pola pergerakan historis, saham PIPA berpotensi bergerak volatil dalam jangka pendek. Pada 1-3 hari ke depan, harga diperkirakan berada di kisaran Rp130-160. Aksi ambil untung atau profit taking wajar terjadi setelah lonjakan tajam, namun sentimen berita akuisisi masih bisa menahan koreksi dalam.

Untuk sepekan ke depan, pergerakan saham sangat bergantung pada perkembangan negosiasi CSPA. Jika ada konfirmasi progres akuisisi, harga berpotensi menguji level Rp150-180. Sebaliknya, tanpa katalis baru, harga berisiko terkoreksi ke kisaran Rp110-130.

Catatan penting: saham PIPA sempat tersandung kasus dugaan manipulasi penawaran umum perdana (IPO) yang diusut Bareskrim Polri. Manajemen baru menegaskan sudah memutus relasi dengan pihak-pihak yang terlibat kasus tersebut. Proyeksi pergerakan harga di atas hanyalah analisa skenario, bukan kepastian maupun rekomendasi investasi.

Reporter: Sutomo
Sumber: seruji.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top