Mario G Klau Ungkap Lagu Semata Karnamu Jadi Titik Balik Sebelum Putuskan Pensiun dari Panggung

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:09:31 WIB
Mario G Klau berbicara dalam konferensi pers di Jakarta mengenai perjalanan kariernya.

PAPUA — Jakarta — Penyanyi berkarakter vokal khas asal Nusa Tenggara Timur ini mengaku sempat frustrasi karena lagu-lagu yang dibawakannya kurang mendapat sambutan. Ia bahkan sudah berdiskusi dengan rekan sesama musisi, Andmesh Kamaleng, soal rencana pensiun dari dunia tarik suara.

"Waktu itu gue bilang ke Andmesh, 'Mesh, kayaknya gue nulis aja deh.' Kata Andmesh, 'Itu ucapan tuh doa, kata hati-hati. Lu jadi belakang layar beneran loh'," tutur Mario di Jakarta.

Semata Karnamu Jadi Taruhan Terakhir

Alih-alih langsung menyerah, Mario memberi satu kesempatan terakhir untuk karier bernyanyinya. Ia menyiapkan lagu "Semata Karnamu" sebagai pertaruhan pamungkas sebelum benar-benar memutuskan pindah haluan.

"Itu lagu terakhir yang waktu mau rilis gue bilang, 'Kayaknya kalau ini gak naik juga, gue bener-bener nulis aja deh.' Ternyata ada jalannya," ungkap Mario.

Respons masyarakat terhadap lagu tersebut mengubah segalanya. Mario pun mengurungkan niatnya untuk mundur dari panggung dan memilih tetap berkarier sebagai penyanyi sekaligus pencipta lagu.

Lagu Punya Takdir dan Tuannya Sendiri

Pengalaman tersebut membentuk pandangan baru Mario terhadap proses kreatif. Ia kini percaya setiap lagu memiliki perjalanan dan takdirnya sendiri, termasuk soal siapa yang paling tepat membawakannya.

"Beberapa kali kejadian malah mikir, oh ternyata lagu tuh cari tuannya gitu loh," ucap musisi yang lebih nyaman tampil di depan layar ini.

Keyakinan itu teruji lewat lagu berjudul "Pesan Terakhir". Mario sejatinya telah menyiapkan lagu tersebut untuk dirilis sendiri, namun berbagai proses di luar rencana membuatnya batal meluncurkan karya itu.

"'Pesan Terakhir' ceritanya tuh udah siap untuk Mario rilisin. Tapi emang ada aja kejadian yang bikin batal gak jadi rilis. Ada aja proses-proses yang kayaknya ini bukan di gue deh," jelasnya.

Eksplorasi Lewat Kolaborasi

Sepanjang kariernya, Mario terus memperluas spektrum musikalitas lewat sejumlah kolaborasi. Ia pernah menggandeng Juan Reza untuk menggarap dua lagu bertajuk "Baby Pelan Pelan" dan "Otak Di Mana".

Kerja samanya berlanjut bersama gitaris legendaris Tohpati. Duet keduanya menghasilkan lagu "Jejak Langkah yang Kau Tinggal" yang memperlihatkan sisi lain dari permainan musik Mario.

Keputusan Mario untuk bertahan sebagai penyanyi terbukti tepat. Ia kini berdiri sejajar dengan musisi papan atas Indonesia, dengan deretan karya yang memperkuat posisinya di industri musik Tanah Air.

Reporter: Sutomo
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top