JAYAPURA — Penemuan benda mencurigakan yang diduga bom mortir peninggalan Perang Dunia II menghentikan aktivitas pengerukan di kawasan Ariyauw, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Benda itu ditemukan seorang pekerja saat melakukan pengerukan tanah di bekas kolam milik almarhum Konni Pallo.
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan membenarkan penemuan tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan personel Polsek Sentani Kota untuk mengamankan lokasi sejak Sabtu malam.
Peristiwa bermula sekitar pukul 19.42 WIT, saat saksi berinisial B (35) melakukan pengerukan bekas kolam menggunakan alat berat. Setelah kegiatan pengerukan selesai, salah seorang pekerja berinisial Y (47) melihat sebuah benda mencurigakan yang bentuknya menyerupai mortir.
Menyadari bahaya dari benda tersebut, saksi segera meminta bantuan warga yang berada di sekitar lokasi. Benda yang ditemukan selanjutnya diletakkan di bawah tenda, tidak jauh dari alat berat yang digunakan untuk pengerukan.
Kapolres Jayapura mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan apapun terhadap benda mencurigakan yang diduga sebagai bahan peledak atau peninggalan perang. Menyentuh atau memindahkan benda semacam itu dapat membahayakan keselamatan jiwa.
"Apabila masyarakat menemukan benda mencurigakan yang diduga sebagai mortir, bom, amunisi maupun benda berbahaya lainnya, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Jangan menyentuh atau memindahkan benda tersebut karena dapat membahayakan keselamatan," pesan Dionisius kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).
Polsek Sentani Kota telah berkoordinasi dengan satuan terkait untuk penanganan dan pengamanan lebih lanjut. Langkah cepat ini dilakukan sebagai upaya memastikan keamanan masyarakat di sekitar lokasi penemuan.
Wilayah Papua, khususnya Jayapura, memang dikenal memiliki sejarah panjang masa Perang Dunia II. Tidak jarang warga menemukan sisa-sisa persenjataan perang saat melakukan penggalian tanah untuk pembangunan maupun kebutuhan lainnya.