Antam Habiskan Rp134,39 Miliar untuk Eksplorasi Emas, Nikel, dan Bauksit

Penulis: Ragil  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:51:02 WIB
PT Antam mengalokasikan Rp134,39 miliar untuk eksplorasi emas, nikel, dan bauksit hingga September 2026.

PAPUA — PT Aneka Tambang (Persero) Tbk menggelontorkan Rp134,39 miliar untuk kegiatan eksplorasi emas, nikel, dan bauksit hingga September 2026. Dana tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Kalimantan Barat.

Belanja eksplorasi Antam menyasar tiga komoditas utama yang menjadi tulang punggung bisnis perseroan. Kegiatan pengeboran, pemetaan geologi, hingga analisis laboratorium dijalankan untuk mengevaluasi potensi mineralisasi di beberapa wilayah izin usaha pertambangan.

Rincian penggunaan dana tersebut tertuang dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Fokus Eksplorasi Emas di Pongkor

Untuk komoditas emas, Antam memusatkan kegiatan di Pongkor, Jawa Barat. Aktivitas di wilayah ini meliputi pengeboran permukaan dan bawah tanah, pemetaan geologi, pengambilan sampel batuan dan inti bor, serta analisis laboratorium.

Tujuan akhirnya adalah mengevaluasi potensi mineralisasi guna memperkuat cadangan emas perseroan ke depan. Pongkor sendiri telah lama menjadi salah satu lumbung produksi emas Antam dan menjadi bagian dari operasi tambang bawah tanah perseroan.

Nikel dan Bauksit di Indonesia Timur

Eksplorasi nikel ANTM dilakukan di Konawe Utara dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Dua wilayah ini dikenal sebagai sentra nikel yang selama ini memasok kebutuhan bijih maupun feronikel perseroan.

Selain itu, kegiatan serupa juga berjalan di Marimoi dan Lililef Sawai, Maluku Utara. Perseroan turut menjalankan eksplorasi di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) anak usahanya, PT Sumberdaya Arindo (PT SDA), di Buli, Maluku Utara.

Adapun untuk bauksit, Antam mengarahkan kegiatan eksplorasi ke Kalimantan Barat. Wilayah ini merupakan lokasi proyek pengolahan bauksit menjadi alumina yang dikembangkan perseroan bersama mitra strategisnya.

Apa Artinya bagi Investor

Belanja eksplorasi menjadi indikator penting bagi investor yang memantau keberlanjutan cadangan mineral Antam. Tanpa eksplorasi rutin, cadangan emas dan nikel perseroan berisiko menyusut seiring produksi yang terus berjalan.

Dana eksplorasi sebesar Rp134,39 miliar hingga September 2026 menunjukkan perseroan masih agresif mencari sumber daya baru. Langkah ini sejalan dengan strategi jangka panjang ANTM yang ingin menjaga posisi sebagai salah satu produsen emas dan nikel terintegrasi di Indonesia.

Pasar biasanya mencermati hasil eksplorasi ini dari sisi temuan cadangan baru. Jika kegiatan di Pongkor, Sulawesi Tenggara, atau Maluku Utara menghasilkan estimasi sumber daya yang signifikan, hal itu bisa menjadi katalis positif bagi valuasi saham ANTM ke depan.

Namun, hasil akhir eksplorasi baru akan terlihat setelah tahap analisis laboratorium dan pemodelan geologi rampung. Investor perlu menunggu laporan lanjutan perseroan soal temuan cadangan dari wilayah-wilayah tersebut.

Reporter: Ragil
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top