PAPUA — PhotoLink ID meluncurkan platform gratis yang memungkinkan klien fotografer memilih sendiri foto untuk diedit langsung dari ponsel, lalu pilihannya masuk otomatis ke dashboard fotografer. Platform berbasis web ini memakai Google Drive sebagai penyimpanan dan tidak mewajibkan klien membuat akun. Alur kerja seperti ini menyasar sumber kerepotan lama fotografer Indonesia: daftar nomor foto yang dikirim berantakan lewat WhatsApp.
Pendaftaran dilakukan di photolink.id/fotografer dengan mengisi email dan nomor WhatsApp aktif. Akun harus diverifikasi lebih dulu sebelum bisa dipakai, setelah itu fotografer bisa langsung membuat album pertama.
Setiap album yang dibuat lewat dashboard PhotoLink ID menghasilkan kode unik 8 karakter. Kode itu dilengkapi link dan tombol bagikan via WhatsApp, sehingga fotografer tidak perlu lagi menuliskan daftar nomor foto satu per satu ke klien.
Di sisi klien, cukup buka photolink.id dan masukkan kode album. Tidak ada proses registrasi. Klien melihat seluruh foto, menandai favoritnya, dan sisa kuota pilihan terlihat jelas di layar.
Fotografer mengunggah foto mentah ke Google Drive, mengubah akses folder menjadi publik, lalu menempelkan link folder ke dashboard PhotoLink ID. Di halaman yang sama, fotografer mengisi nama klien, judul album, dan batas maksimal foto yang boleh dipilih.
Begitu klien menekan tombol kirim, pilihan terkunci dan masuk ke studio. Notifikasi muncul di dashboard sekaligus email fotografer. Setelah proses edit selesai, hasilnya diunggah ke Google Drive dan link-nya ditempel di album yang bersangkutan.
Klien lalu menerima notifikasi di albumnya dan bisa mengunduh foto hasil edit satu per satu atau sekaligus, termasuk foto yang belum diedit.
PhotoLink ID menampilkan status pengerjaan di album klien: apakah pilihan sudah diterima, sedang dikerjakan, atau selesai. Transparansi ini mengurangi chat susulan yang biasanya memakan waktu fotografer.
Karena penyimpanan tetap memakai Google Drive, pengguna tidak perlu memindahkan arsip atau mempelajari alat baru. Klien pun mendapat pengalaman memilih foto di bawah nama studio fotografer.
Alur yang sama dipakai untuk foto wisuda, prewedding, pernikahan, pas foto profesional, dan sesi foto keluarga. Semakin banyak foto yang dipotret dalam satu sesi, semakin terasa manfaat pemilihan berbasis kode album.
Platform ini sepenuhnya gratis untuk fotografer. Tidak ada biaya berlangganan yang disebutkan dalam keterangan resminya, sehingga model bisnisnya belum menjadi sorotan utama.
PhotoLink ID masuk ke ceruk yang selama ini diisi kombinasi galeri online berbayar dan grup chat. Pendekatannya sederhana: memakai ulang Google Drive yang sudah akrab bagi fotografer Indonesia, lalu menambahkan lapisan pemilihan foto dan pelacakan status.
Bagi pelaku usaha jasa fotografi skala kecil, alur ini bisa memangkas waktu