Wagub Papua Aryoko Rumaropen Buka Papuan Leaders Bootcamp II, 6 Provinsi Tanah Papua Kirim Peserta

Penulis: Yasir  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:46:31 WIB
Wagub Papua Aryoko Rumaropen membuka Papuan Leaders Bootcamp Cohort II – 2026 di Jayapura.

JAYAPURA — Papuan Leaders Bootcamp Cohort II – 2026 digelar dengan melibatkan generasi muda dari perwakilan enam provinsi di Tanah Papua. Inisiatif WRI Indonesia bersama para mitra ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen. Menurut Wagub, forum semacam ini menjadi ruang pembelajaran strategis untuk memperkuat kepemimpinan muda, pemberdayaan perempuan, dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Dalam sambutannya, Aryoko menempatkan kekayaan alam Papua sebagai modal pembangunan, bukan sekadar warisan yang dipamerkan. Hutan luas, keanekaragaman hayati, dan pengetahuan tradisional lintas generasi dinilainya sebagai tanggung jawab kolektif yang harus dijaga.

Dari Kekayaan Alam ke Manfaat Ekonomi Kampung

Tantangan yang diangkat Wagub bukan soal kelimpahan, melainkan cara mengelolanya. Ia menyoroti perlunya model pembangunan yang tidak mengejar keuntungan jangka pendek semata. Model yang diinginkan adalah yang mampu menciptakan lapangan usaha, menaikkan pendapatan keluarga, memperkuat ekonomi kampung, dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Karena itu, tema "Bisnis Lestari Berakar Budaya" dinilai relevan dengan kondisi Papua. Wagub ingin pangan lokal, hasil hutan, kayu, perikanan, pertanian, industri daur ulang, dan ekowisata tumbuh menjadi sumber ekonomi produktif. Sagu, pinang, kopi Papua, serta hasil kebun disebutnya punya peluang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

"Namun, pengembangannya harus tetap menghormati hak masyarakat adat, menjaga kelestarian lingkungan, serta melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan," kata Aryoko Rumaropen.

Pemuda dan Perempuan Papua Diminta Jadi Pelaku Utama

Aryoko menegaskan posisi pemuda dan perempuan Papua bukan sebagai penerima manfaat pembangunan. Keduanya, menurut Wagub, harus menjadi pelaku utama dan pemimpin perubahan di komunitas masing-masing.

Ia juga meminta peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan untuk menyusun model bisnis yang realistis. Bekal yang perlu dibawa pulang mencakup pemahaman pengelolaan keuangan, penguatan pemasaran, pembangunan jejaring, dan langkah nyata yang bisa langsung diterapkan setelah kegiatan berakhir.

Pendekatan bootcamp yang mempertemukan pengetahuan, pengalaman pelaku usaha, dan praktik lapangan mendapat penilaian positif. Wagub menyebut pembelajaran dari komunitas, termasuk praktik usaha di BUMMA Namblong, menunjukkan bahwa menjaga alam dan mengembangkan ekonomi bukan dua tujuan yang bertentangan.

Komitmen Pemprov Papua dan Pesan untuk Peserta

Pemerintah Provinsi Papua menyatakan komitmen mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Jejaring yang terbentuk lewat bootcamp diharapkan berkembang menjadi kemitraan nyata yang membuka akses pendampingan, pemasaran, pembiayaan, dan pengembangan usaha.

"Ingatlah perubahan besar dimulai dari sebuah langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten. Jangan takut memulai, jangan takut berinovasi, berintegritas, berakar pada budaya yang menjadi kekuatan kita," ujar Wagub Rumaropen.

Pesan terakhirnya sederhana: peserta diminta membawa pulang lebih dari sekadar sertifikat. Pengetahuan, keberanian, jejaring, dan rencana aksi yang bisa diwujudkan di kampung dan komunitas masing-masing menjadi ukuran keberhasilan kegiatan ini.

Reporter: Yasir
Sumber: jubi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top