PLN Melistriki 128 Desa Terpencil di Empat Provinsi Papua hingga Oktober 2026, 199 Desa Menyusul

Penulis: Yasir  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:46:01 WIB
PLN melistriki 128 desa terpencil di empat provinsi Papua hingga Oktober 2026.

JAYAPURA — General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menyebut capaian ini sebagai bukti komitmen perusahaan menembus hambatan geografis. Selain jaringan distribusi, PLN memasang gardu distribusi berkapasitas total 7.450 kilovolt ampere (kVA) untuk melayani desa-desa sasaran.

Program Listrik Desa menyasar kampung dan dusun yang sebelumnya belum tersentuh akses listrik. Sebagian berada di wilayah dengan medan berat dan sulit dijangkau lewat jalur darat.

Jaringan Baru Sepanjang Ratusan Kilometer

Infrastruktur yang dibangun mencakup Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 742,58 kms dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 286,71 kms. Gardu distribusi tersebar mengikuti titik-titik permukiman warga.

Pembangunan jaringan dikerjakan secara masif di empat provinsi. Skala pekerjaan itu disebut sejalan dengan target pemerataan akses energi di ujung timur Indonesia.

DPR Minta Data PLN dan Pemda Diselaraskan

Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew, mengapresiasi capaian tersebut. Menurut dia, perluasan akses listrik membuka keterbatasan yang selama ini dirasakan warga pedesaan.

"Kami mengapresiasi capaian PLN yang hingga tahun 2026 ini telah melistriki 128 desa di empat provinsi di Tanah Papua. Ini merupakan kemajuan yang patut kita dukung, terutama dalam membuka akses energi bagi masyarakat di wilayah terpencil," ujar Cheroline.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Papua Barat itu menilai listrik bukan sekadar penerangan rumah. Ia berharap kehadirannya mendukung pendidikan anak, pelayanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi warga.

"Kami melihat perluasan akses listrik ini sebagai salah satu bentuk kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Harapannya, listrik yang hadir tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga mendukung pendidikan anak-anak, pelayanan kesehatan, dan menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat setempat," tegasnya.

Medan Berat di Papua Tengah dan Pegunungan

Cheroline mengingatkan beratnya bentang alam, terutama di Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Efisiensi perencanaan dan sinergi dengan pemerintah daerah dinilai kunci agar sasaran tepat.

"Pemda memiliki pemahaman langsung mengenai kondisi wilayah serta kampung dan dusun yang belum berlistrik. Penyelarasan data antara PLN dan Pemda perlu diperkuat agar perencanaan dan penetapan sasaran benar-benar sesuai kondisi lapangan," tambah Cheroline.

Ia juga mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) mikrohidro. Opsi itu dinilai strategis untuk wilayah yang sulit dijangkau lewat jalur darat.

199 Desa Masuk Target Berikutnya

PLN menyiapkan elektrifikasi lanjutan untuk 199 desa di enam provinsi: Papua, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Pengerjaan ditargetkan rampung bertahap hingga 2027.

"Keberhasilan melistriki 128 desa hingga tahun ini adalah bukti nyata komitmen kami dalam menghadirkan terang hingga ke ujung negeri. Kami menyadari bahwa tantangan alam dan infrastruktur di Tanah Papua sangatlah berat, namun hal itu tidak menyurutkan dedikasi tim kami di lapangan. Dengan kolaborasi dan dukungan penuh dari berbagai pihak, kami akan terus bekerja keras menyukseskan target elektrifikasi selanjutnya demi meningkatkan taraf hidup masyarakat Papua," ungkap Roberth.

Pemerataan infrastruktur kelistrikan diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal. Dampaknya juga dinilai menyentuh kualitas pendidikan dan layanan kesehatan di seluruh penjuru Tanah Papua.

Reporter: Yasir
Sumber: koreri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top