BIAK — Kabupaten Keerom menutup persaingan Lomba Mazmur Dewasa Pesparani II Tingkat Provinsi Papua dengan predikat Gold 1. Penampilan kontingen Keerom dinilai dewan juri mencapai 81,53, angka tertinggi di antara empat kontingen yang tampil di Aula Paroki Kerahiman Ilahi, Biak.
Posisi kedua ditempati Kabupaten Biak Numfor dengan predikat Gold 2 dan nilai 81,00. Kota Jayapura menyusul di Gold 3 dengan nilai 80,00, sedangkan Kabupaten Waropen memperoleh Silver 1 dengan nilai 78,65.
Jarak Keerom dan Biak Numfor hanya 0,53 poin. Selisih sekecil itu membuat penilaian aspek teknis dan penghayatan menjadi penentu akhir posisi kedua kontingen.
Ketua Dewan Juri Alexander Lodeweyk Kolatlena menilai penguasaan teknik pernapasan sebagai salah satu faktor yang membedakan kualitas penampilan. Ia meminta para pelatih menyiapkan peserta yang akan mewakili daerah ke tingkat berikutnya dengan latihan pernapasan diafragma yang memadai.
"Pernapasan yang baik mendukung sonoritas atau kemantapan suara sehingga artikulasi terdengar lebih jelas," kata Kolatlena, dikutip dari keterangan usai penilaian lomba.
Kolatlena menekankan bahwa para pemasmur tidak cukup menyanyikan syair dengan nada tepat. Penghayatan terhadap makna mazmur dinilai sama pentingnya agar pesan firman Tuhan sampai kepada umat yang mendengarkan.
Juri lain, Redi Fatubun, melihat perkembangan positif pada kualitas vokal peserta secara umum. Menurutnya, kemampuan vokal perlu diimbangi kejelasan pengucapan dan pengaturan dinamika agar nyanyian tetap hidup tanpa kehilangan karakter liturgisnya.
Fatubun juga menyoroti faktor kegugupan yang kerap memengaruhi penampilan di atas panggung. Persiapan matang, ujarnya, harus disertai kemampuan mengendalikan rasa gugup dan membangun kepercayaan diri secara proporsional.
Anggota Dewan Juri Pastor Bernard Antonius Rahawarin, Pr, menyoroti kesiapan mental peserta, terutama saat menghadapi nada tinggi dan bagian mazmur yang menuntut pengaturan napas cermat. Peserta dinilai perlu memahami karakter mazmur yang dibawakan, termasuk pola pernapasan, artikulasi, dan ketepatan penyampaian teks.
Pastor Bernard mengingatkan bahwa mazmur berkarakter Gregorian memiliki kekhasan tersendiri. Pembawaannya perlu menjaga kesinambungan melodi dan kejelasan pengucapan, tanpa ekspresi atau dinamika yang berlebihan.
Hasil Lomba Mazmur Dewasa ini menjadi bagian dari rangkaian Pesparani II Tingkat Provinsi Papua. Kontingen dengan predikat Gold 1 berpeluang mewakili Papua pada jenjang berikutnya, dengan catatan pembinaan teknik vokal dan kesiapan mental tetap dilanjutkan oleh masing-masing daerah.