SORONG - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Papua Barat Daya secara resmi memulai rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54. Pencanangan ini menjadi titik balik penting dalam memperkuat peran organisasi tersebut sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan pembangunan nasional yang dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga.
Kegiatan seremonial tersebut dipusatkan di Kampus STIKES Papua, Jalan Kanal Viktori, Kota Sorong. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, bersama Ketua TP PKK Papua Barat Daya, Orpa Susana Kambuaya. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua STIKES Papua Marthen Sagrim, jajaran pengurus PKK tingkat provinsi, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai instansi terkait.
Pencanangan HKG ke-54 dan Aksi Sosial di Kota Sorong
Pencanangan HKG ke-54 di Papua Barat Daya tidak hanya diisi dengan seremoni formal, tetapi juga dirangkaikan dengan berbagai aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Panitia menyelenggarakan kegiatan sosial berupa donor darah dan pemberian makanan tambahan bergizi. Langkah ini diambil sebagai bentuk konkret dari implementasi program kerja PKK dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan.
Wakil Gubernur Ahmad Nausrau dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif TP PKK yang menggabungkan perayaan hari besar dengan pelayanan publik. Menurutnya, aksi sosial seperti pemberian makanan bergizi sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Barat Daya.
“Harapan kita, melalui momentum HKG ini, PKK Papua Barat Daya menjadi yang terdepan dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat, terutama keluarga. Kehadiran PKK harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh ibu dan anak di seluruh pelosok daerah,” ujar Ahmad Nausrau di sela-sela peninjauan kegiatan donor darah.
Penguatan Ketahanan Keluarga sebagai Pilar Pembangunan Daerah
Dalam arahannya, Wakil Gubernur menekankan bahwa PKK memiliki posisi yang sangat strategis dalam struktur pembangunan. Sebagai organisasi yang memiliki jaringan hingga ke tingkat dasawisma, PKK dianggap mampu membina keluarga agar menjadi unit yang sehat, cerdas, dan produktif. Fokus pada ketahanan pangan keluarga juga menjadi poin utama yang digarisbawahi oleh Wagub.
“PKK memiliki peran strategis dalam membina keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Yang paling penting adalah memastikan setiap anggota keluarga sehat, baik ibu maupun anak. Itu menjadi harapan kita bersama dalam mewujudkan kesejahteraan umum di Papua Barat Daya,” tambah Ahmad Nausrau.
Pemerintah Provinsi berharap TP PKK dapat terus mengoptimalkan 10 Program Pokok PKK, terutama yang berkaitan dengan penguatan ekonomi keluarga dan pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung kedaulatan pangan di tingkat rumah tangga. Sinergi antara pemerintah dan PKK diharapkan dapat mempercepat pencapaian target-target pembangunan daerah yang inklusif.
Sinergi PKK dan Pemerintah Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045
Sementara itu, Ketua TP PKK Papua Barat Daya, Orpa Susana Kambuaya, menegaskan bahwa gerakan PKK adalah gerakan partisipatif yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat. Ia menyebutkan bahwa keluarga merupakan fondasi utama yang menentukan tingkat kesejahteraan dan kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu, penguatan peran keluarga tidak bisa ditawar lagi.
“Pencanangan HKG ke-54 ini juga menjadi tonggak penting untuk meneguhkan kembali komitmen PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan. Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan selaras dengan kebijakan pemerintah daerah maupun pusat,” tegas Orpa Susana Kambuaya.
Lebih lanjut, Orpa menjelaskan bahwa seluruh kader PKK di Papua Barat Daya berkomitmen untuk mendukung visi besar Indonesia Emas 2045. Dengan mencetak keluarga-keluarga yang berkualitas saat ini, PKK optimis Papua Barat Daya akan memiliki generasi penerus yang kompetitif dan mampu membawa perubahan positif bagi tanah Papua di masa depan.
Rangkaian peringatan HKG ke-54 ini diharapkan terus berlanjut dengan berbagai program pembinaan di tingkat kabupaten dan kota di seluruh wilayah Papua Barat Daya. Fokus utama tetap pada edukasi kesehatan, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta penguatan karakter keluarga sebagai benteng utama dalam menghadapi tantangan zaman.