Pencarian

Sean Strickland Bungkam Khamzat Chimaev Lewat Kemenangan Split Decision di UFC 328

Minggu, 10 Mei 2026 • 13:11:01 WIB
Sean Strickland Bungkam Khamzat Chimaev Lewat Kemenangan Split Decision di UFC 328
Sean Strickland raih kemenangan split decision atas Khamzat Chimaev di UFC 328.

Sean Strickland kembali mengguncang jagat MMA setelah menundukkan Khamzat Chimaev lewat kemenangan split decision pada UFC 328. Petarung berjuluk "Tarzan" ini berhasil meredam dominasi gulat Chimaev sekaligus mematahkan status underdog yang melekat padanya sebelum bel pertandingan berbunyi.

Ketegangan memuncak di dalam oktagon saat Bruce Buffer membacakan skor akhir yang membelah opini publik. Sean Strickland, yang tidak diunggulkan di bursa taruhan, justru keluar sebagai pemenang setelah melewati pertarungan berdarah selama lima ronde penuh. Kemenangan ini seolah mengulang memori tahun 2023 saat ia merebut sabuk juara dari Israel Adesanya di Australia.

Khamzat Chimaev sebenarnya datang dengan status favorit kuat, namun ia gagal mempertahankan intensitasnya hingga akhir laga. Strickland yang dikenal dengan gaya bertarung ortodoks justru mampu mendikte ritme pertandingan setelah melewati badai di ronde pertama. Hasil ini memaksa Chimaev menelan kekalahan perdana yang cukup menyakitkan dalam karier profesionalnya.

Drama Ronde Pamungkas yang Mengubah Segalanya

Ronde kelima menjadi titik balik krusial yang menentukan arah kemenangan bagi Strickland. Di saat stamina kedua petarung mulai terkuras, Strickland tetap disiplin mengikuti instruksi pelatihnya untuk terus menekan. Ia mulai mencampurkan pukulan kanan keras di balik jab yang mendarat berulang kali ke wajah Chimaev.

Chimaev berusaha membalas dengan melontarkan pukulan demi pukulan, namun volume serangan Strickland jauh lebih unggul. Meski Chimaev melepaskan serangan dengan tenaga yang lebih besar, dua dari tiga juri lebih menghargai kuantitas dan akurasi yang ditunjukkan oleh Strickland. Momen pertahanan gulat Strickland di menit-menit akhir ronde ini juga menjadi kunci penting penilaian juri.

Kemampuan Strickland untuk segera bangkit setelah dijatuhkan membuat upaya takedown Chimaev terlihat sia-sia di mata juri. "Tarzan" menunjukkan ketenangan luar biasa dalam menghadapi tekanan konstan sang lawan. Efektivitas serangan berdiri Strickland akhirnya menjadi pembeda tipis yang membawa pulang kemenangan ke Amerika Serikat.

Sal D’Amato dan Eric Colon: Penentu Nasib Sang Serigala

Melihat kartu skor yang dirilis, terlihat betapa tipisnya margin keunggulan dalam laga utama ini. Juri Sal D’Amato dan Eric Colon memberikan skor 48-47 untuk kemenangan Strickland. Sebaliknya, juri Sue Sanidad memberikan angka 48-47 untuk keunggulan Khamzat Chimaev.

Menariknya, ketiga juri sepakat memberikan ronde pertama untuk Chimaev yang tampil dominan dengan teknik gulatnya. Mereka juga kompak memberikan ronde kedua dan ketiga untuk Strickland setelah sang petarung berhasil membalikkan keadaan. Perbedaan pendapat baru muncul secara tajam pada penilaian ronde kelima yang menjadi penentu hasil akhir.

Sanidad melihat upaya Chimaev di ronde terakhir lebih layak mendapatkan poin, sementara D’Amato dan Colon memilih Strickland. Konsistensi Strickland dalam menjaga volume serangan di ronde penentu tersebut terbukti lebih memikat hati mayoritas juri. Hal ini sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai siapa yang lebih unggul dalam pertarungan jarak dekat di atas kaki.

Taktik Jab "Tarzan" yang Membuat Chimaev Frustrasi

Strategi Strickland terlihat sangat matang sejak ronde kedua dimulai. Setelah sempat kewalahan menghadapi kuncian leher Chimaev di ronde pembuka, ia mulai menemukan celah. Strickland berhasil menggagalkan upaya takedown Chimaev dan bahkan sempat menekan balik sang lawan ke posisi bawah.

Pada ronde ketiga, Chimaev tampak mulai meninggalkan upaya gulatnya dan memilih melayani jual beli serangan berdiri. Strickland memanfaatkan situasi ini dengan terus menghujani wajah Chimaev menggunakan jab yang presisi. Meski hidung Strickland sempat berdarah akibat serangan balasan, juri melihat intensitas kerja Strickland jauh lebih superior.

Chimaev sempat mencuri poin di ronde keempat melalui serangan yang lebih bervariasi dan kontrol di lantai pada detik-detik terakhir. Namun, ia tidak mampu mempertahankan momentum tersebut saat memasuki ronde penentuan. Keunggulan fisik dan daya tahan Strickland di ronde kelima menjadi tembok besar yang gagal ditembus oleh petarung asal Chechnya tersebut.

Pudarnya Pesona Khamzat Chimaev di Kelas Menengah

Kekalahan ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai performa Khamzat Chimaev yang biasanya tampil meledak-ledak. Chimaev yang dikenal sebagai "serigala" yang meneror divisi menengah tampak kehilangan tajinya setelah melewati ronde pertama. Dominasi gulat yang biasanya menjadi senjata mematikan kini bisa dinetralkan dengan baik oleh lawan.

Strickland membuktikan bahwa kedisiplinan taktik bisa mengalahkan bakat mentah yang eksplosif. Ia memaksa Chimaev bertarung di area yang tidak nyaman bagi sang lawan dalam durasi yang panjang. Kemenangan ini kembali menempatkan Sean Strickland dalam jajaran elit penantang gelar juara dunia UFC.

Bagi Chimaev, hasil di UFC 328 ini merupakan tamparan keras untuk segera mengevaluasi manajemen stamina dan variasi serangannya. Sementara itu, Strickland sekali lagi membuktikan bahwa status underdog hanyalah angka di atas kertas. Dunia MMA kini harus kembali mengakui ketangguhan petarung yang sering dianggap remeh ini.

Bagikan
Sumber: sports.yahoo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks