Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 25 poin atau 0,40 persen ke posisi 6.941 pada perdagangan Senin (11/5/2026). Pelemahan ini terjadi di tengah aksi jual yang melanda enam sektor utama, namun saham kesehatan dan infrastruktur justru mencatatkan penguatan signifikan.
6.941 pada perdagangan Senin (11/5/2026). Pelemahan ini terjadi di tengah aksi jual yang melanda enam sektor utama, namun saham kesehatan dan infrastruktur justru mencatatkan penguatan signifikan. ISI:JAKARTA — Pasar modal Indonesia memulai pekan ini dengan tekanan. IHSG dibuka di zona merah setelah akhir pekan lalu ambles 2,86 persen atau 204,92 poin ke level 6.969. Aksi jual asing tercatat deras dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp 389,31 miliar di seluruh pasar.
Enam Sektor Tertekan, Dua Sektor Jadi Penyelamat
Tekanan jual menyebar ke enam sektor utama. Sektor material dasar menjadi yang paling terpukul, melemah 7,80 persen. Disusul sektor energi yang turun 4,59 persen, dan sektor industri yang melemah 4,55 persen.
Sektor transportasi dan logistik ambles 5,72 persen. Sementara sektor consumer primer dan keuangan masing-masing turun 3,39 persen dan 1,48 persen. Namun di tengah tekanan itu, dua sektor justru mencatatkan penguatan. Sektor kesehatan naik 0,70 persen, dan sektor infrastruktur juga menorehkan kenaikan tipis.
Saham FIRE, NIRO, dan MORA Melompat di Tengah Pelemahan
Sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga yang kontras dengan pelemahan indeks. Saham FIRE melesat 25 persen ke Rp 170. Saham NIRO naik 19 persen menjadi Rp 238. Saham MORA melambung 15 persen ke Rp 8.650. Ketiganya menjadi penopang utama di tengah dominasi aksi jual.
Big Cap Tambang Ambrol, AMMN hingga INCO Terpukul
Kejatuhan indeks akhir pekan lalu dipicu oleh merosotnya saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya dari sektor tambang. Saham AMMN ambles 9,27 persen. TINS terperosok 14,88 persen. INDY melemah 14,82 persen, dan INCO jatuh 13,89 persen.
Saham BREN juga tergerus 11,83 persen, sementara EMAS turun 12,22 persen. Tekanan ini memperkuat sentimen negatif di awal pekan.
Saham Sektor Kesehatan Dominasi Daftar Top Gainers
Di sisi lain, saham sektor kesehatan justru mendominasi daftar saham dengan kenaikan tertinggi. Saham MPOW terkena auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 34,55 persen. MEDS naik 34,48 persen ke Rp 117. IRRA melesat 25 persen ke Rp 510. PEHA naik 24,83 persen ke Rp 372. KAEF menguat 24,51 persen, dan MORA naik 20 persen ke Rp 7.500.
Aksi Jual Asing Terkonsentrasi di Tiga Emiten Besar
Data perdagangan akhir pekan lalu menunjukkan aksi jual asing terkonsentrasi di tiga saham utama. Saham BMRI menjadi yang paling banyak dilego dengan nilai penjualan bersih Rp 436,38 miliar. Disusul saham BUMI yang mencatatkan net sell Rp 82,88 miliar, dan saham TINS senilai Rp 76,45 miliar. Arus modal asing yang keluar ini turut memperberat laju IHSG.