SENTANI — Ramses Wally, tokoh adat Sentani, angkat bicara soal sanksi yang diterima Persipura Jayapura usai kerusuhan dalam laga melawan Adhyaksa FC. Ia menilai hukuman berupa larangan pertandingan tanpa penonton plus denda akan mematikan sumber pendapatan utama klub kebanggaan tanah Papua itu.
Dua Faktor Pemicu Kerusuhan yang Diabaikan PSSI
Menurut Ramses, sanksi yang dijatuhkan PSSI tidak bisa dilepaskan dari sebab-akibat kejadian di lapangan. Ia mengidentifikasi setidaknya dua faktor utama yang seharusnya menjadi bahan pertimbangan sebelum hukuman dijatuhkan.
“Ya bagi saya, sanksi yang diberikan PSSI untuk Persipura itu sanksi yang cukup berat dan saya rasa perlu dipertimbangkan lagi demi keadilan,” ujar Ramses di Sentani, Sabtu (16/5/2026).
Faktor pertama, kata Ramses, adalah dugaan kuat adanya praktik mafia bola yang berlangsung sepanjang kompetisi Liga 2. Faktor kedua adalah kepemimpinan wasit yang dinilainya tidak adil dan tidak jujur selama pertandingan.
“Wasit juga tidak adil dan tidak jujur dalam kepemimpinannya sehingga membuat seakan-akan dia miring kepada Persipura dan dia mau memenangkan Adhyaksa saja. Itu sangat terjadi beberapa hal sejak pertandingan digulir, dari babak pertama sampai babak kedua,” jelasnya dengan tegas.
Larangan Tanpa Penonton Ancam Pendapatan Klub
Ramses menyoroti dampak paling krusial dari sanksi tersebut, yakni larangan bermain tanpa penonton. Menurutnya, penjualan tiket adalah urat nadi pendapatan Persipura yang selama ini bergantung pada dukungan langsung suporter setia.
“Jangan berikan sanksi saja seakan-akan memberatkan Persipura. Bagaimana harus bermain baru tanpa penonton. Terus kalau tanpa penonton berarti sumber penghasilan Persipura dari mana?” katanya.
Ia menambahkan, beban finansial klub yang sudah berat akan semakin terpuruk jika sanksi ini tetap berlaku. Ramses mendesak PSSI tidak serta-merta menjatuhkan hukuman tanpa melihat faktor penyebab secara utuh.
Harapan agar PSSI Bersikap Adil
Di akhir pernyataannya, Ramses Wally berharap PSSI bersikap adil dan tidak mengorbankan Persipura pada musim-musim berikutnya. Ia meminta agar sanksi yang diberikan dipikirkan secara matang demi keadilan bagi klub dan masyarakat Papua.
“Saya minta kepada PSSI agar sanksi yang diberikan itu juga harus dipikirkan secara baik dan harus diberikan sanksi yang seadil-adilnya. Jangan korbankan Persipura,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, PSSI belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan dari tokoh adat Sentani tersebut.