JAYAPURA — Dana otonomi khusus (Otsus) untuk Kota Jayapura pada tahap pertama tahun ini telah cair Rp50 miliar, atau 30 persen dari total pagu Rp168 miliar. Pemerintah kota memastikan alokasi ini tidak boleh sekadar habis terserap, melainkan harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan dana tersebut. "Dana otsus harus dimanfaatkan secara maksimal, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran pemerintah," ujarnya di Jayapura, Rabu.
Prioritas Program untuk Orang Asli Papua
Abisai Rollo secara khusus meminta setiap OPD yang kebagian jatah dana Otsus untuk menyusun program yang langsung menyentuh kepentingan warga. "Bagi OPD yang mengelola dana otsus dapat bekerja secara serius dan semua program yang dibiayai oleh dana otsus harus betul-betul memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya orang asli Papua," tegasnya.
Ia menambahkan, koordinasi dan pengawasan lintas perangkat daerah harus diperkuat. Tujuannya agar pembangunan di berbagai sektor—dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan—berjalan optimal tanpa tumpang tindih anggaran.
Mengapa Ketepatan Sasaran Jadi Kunci?
Selama ini, salah satu kritik terhadap pengelolaan dana Otsus di Papua adalah lemahnya pengawasan yang menyebabkan program tidak menyentuh akar masalah. Pemkot Jayapura berupaya memutus rantai itu dengan menekankan efektivitas penggunaan dana sejak tahap perencanaan.
"Masyarakat harus benar-benar merasakan pembangunan secara langsung sehingga kesejahteraan merata," kata Abisai Rollo. Ia berharap seluruh jajaran pemkot tidak hanya mengejar realisasi anggaran, tetapi juga memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan berdampak pada peningkatan kualitas hidup warga.
Dana Otsus dan Target Pembangunan Kota
Dengan total Rp168 miliar yang dialokasikan tahun ini, Pemkot Jayapura menargetkan percepatan pembangunan di wilayah perkotaan dan pinggiran. Tahap pertama Rp50 miliar yang sudah cair akan digunakan untuk program prioritas yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Pemerintah daerah juga mendorong partisipasi aktif warga dalam mengawal penggunaan dana Otsus. Transparansi laporan keuangan dan pelibatan tokoh masyarakat diharapkan bisa meminimalkan penyimpangan serta memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.