Pencarian

TPNPB Klaim Tembak Satu Personel TNI di Dekai sebagai Balasan Dua Anggotanya Tewas dalam Baku Tembak

Selasa, 19 Mei 2026 • 22:35:41 WIB
TPNPB Klaim Tembak Satu Personel TNI di Dekai sebagai Balasan Dua Anggotanya Tewas dalam Baku Tembak
Dua anggota TPNPB tewas dalam baku tembak dengan aparat keamanan di Dekai, Yahukimo.

DEKAI — Dua anggota TPNPB Batalion Yamue, Marten Heluka dan Yoper Payage, tewas dalam baku tembak dengan aparat keamanan di Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, pada pukul 02.00 WIT, Minggu (17/5/2026). Peristiwa itu kemudian memicu serangan balasan dari kelompok tersebut.

Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Kopitua Heluka, dalam siaran pers yang dirilis Senin (18/5/2026), menyatakan bahwa serangan balasan dilakukan di lokasi yang sama dan berhasil menewaskan satu personel TNI.

Duka dan Seruan Perang dari TPNPB

“Kami menyampaikan duka cita atas gugurnya dua prajurit terbaik Kodap XVI Yahukimo yang telah berjuang untuk bangsa dan tanah air Papua,” tulis Kopitua Heluka dalam pernyataannya. TPNPB secara resmi mengumumkan masa berkabung nasional atas tewasnya kedua anggota tersebut.

Kopitua Heluka menyebut Marten Heluka dan Yoper Payage sebagai prajurit yang telah lama terlibat dalam operasi bersenjata di Yahukimo. Ia menegaskan bahwa keduanya layak disebut pahlawan perjuangan Papua yang gugur di medan tempur.

Klaim Serangan Balasan di Pusat Kota

“Dalam serangan balasan, kami berhasil menembak satu personel militer Indonesia di lokasi yang sama di pusat kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Itu adalah balasan atas tewasnya dua pejuang TPNPB,” ujar Kopitua Heluka.

Komandan Operasi Batalion Yamue, Dejang Heluka, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan ragu atau mundur dari konflik bersenjata hingga Indonesia mengakui kemerdekaan Papua. Pernyataan itu menegaskan sikap kelompok tersebut yang terus mengangkat senjata melawan aparat keamanan.

Markas Besar TPNPB Serukan Perlawanan Total

Markas Besar Komisi Nasional TPNPB melalui juru bicaranya, Sebby Sambom, juga mengumumkan masa berkabung nasional. Sambom menyerukan seluruh warga Papua, dari pemuda hingga tetua, untuk tetap setia dan rela berkorban demi kemerdekaan.

“Jika kita terus dijajah, maka pembunuhan, penyiksaan, dan eksploitasi sumber daya alam Papua akan terus berlangsung, sementara rakyat Papua tetap miskin di tanah leluhurnya sendiri,” kata Sebby Sambom dalam pernyataan resminya.

Ia juga mendesak seluruh pasukan TPNPB di 36 komando daerah di Papua serta warga yang mendukung kemerdekaan untuk mempertahankan tanah air. “Usir kolonialisme Indonesia dari Papua dan rebut kembali kemerdekaan bangsa Papua,” tegasnya.

Belum Ada Konfirmasi Resmi dari TNI-Polri

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kepolisian Republik Indonesia atau TNI terkait klaim TPNPB yang menyebut satu personel mereka tewas ditembak. Jubi selaku media lokal yang melaporkan peristiwa ini masih menunggu konfirmasi dari aparat keamanan setempat.

Bagikan
Sumber: jubi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks