PAPUA — Mochamad Iriawan, yang akrab disapa Iwan Bule, tidak hanya memantau dari balik meja. Ia meninjau langsung lokasi pembangunan sejumlah proyek yang masuk dalam daftar prioritas perusahaan. Tuban dipilih karena menjadi salah satu pusat pertumbuhan bisnis hilir Pertamina, terutama untuk sektor pengilangan dan petrokimia.
Proyek yang Dikawal Langsung
Dalam kunjungan tersebut, Iriawan mengecek perkembangan proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban dan proyek petrokimia terintegrasi. Kedua proyek ini merupakan bagian dari strategi Pertamina untuk memperkuat ketahanan energi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) serta produk petrokimia.
“Kami ingin memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana. Proyek ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga soal kedaulatan energi bangsa,” ujar Iriawan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Mengapa Pengawasan Langsung Penting?
Kunjungan Komut ke lapangan bukanlah seremoni belaka. Di tengah tekanan efisiensi dan target produksi, kehadiran dewan komisaris di lokasi proyek menjadi alat kontrol untuk mengidentifikasi hambatan secara langsung. Iriawan juga berdialog dengan para kontraktor dan pekerja di lapangan untuk mendengar langsung kendala teknis yang dihadapi.
Proyek GRR Tuban sendiri merupakan salah satu proyek strategis nasional yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Nilai investasinya mencapai miliaran dolar AS dan ditargetkan mampu memproduksi BBM dengan spesifikasi tinggi (Euro 5) serta produk petrokimia seperti paraxylene dan polypropylene.
Dampak bagi Masyarakat dan Industri
Keberhasilan proyek di Tuban tidak hanya berdampak pada neraca keuangan Pertamina. Kehadiran kilang dan pabrik petrokimia akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal selama masa konstruksi maupun operasional. Selain itu, pasokan BBM dan bahan baku plastik dalam negeri akan lebih terjamin, sehingga harga di tingkat konsumen bisa lebih stabil.
Pemerintah daerah setempat pun menyambut positif kunjungan ini. Mereka berharap proyek berjalan lancar agar multiplier effect bagi perekonomian Tuban dan sekitarnya bisa segera terasa.
Kunjungan Iriawan ke Tuban menjadi bukti bahwa Pertamina tidak main-main dalam mengejar target proyek strategis. Dengan pengawasan langsung dari level komisaris, diharapkan hambatan birokrasi dan teknis bisa diminimalkan, sehingga proyek selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi negara.