Pencarian

Update Keamanan Apple Maret 2026 Bikin Mac Gagal Cetak, Ribuan Tiket Helpdesk Meledak

Minggu, 05 Juli 2026 • 10:27:01 WIB
Update Keamanan Apple Maret 2026 Bikin Mac Gagal Cetak, Ribuan Tiket Helpdesk Meledak
Administrator IT di Papua menghadapi lonjakan tiket helpdesk akibat masalah cetak pada macOS terbaru.

PAPUA — Apple kembali menghadapi masalah kompatibilitas di segmen korporasi. Patch keamanan yang dirilis untuk macOS 26.4, macOS 15.7.5, dan macOS 14.8.5 pada Maret lalu justru merusak fungsi cetak di lingkungan enterprise. Administrator IT di berbagai institusi melaporkan bahwa pengguna PaperCut Mobility Print tiba-tiba diminta mengisi kredensial login untuk setiap pekerjaan cetak.

Akar Masalah: Kredensial di Keychain Diabaikan Sistem

Bug ini memengaruhi semua mode discovery PaperCut, termasuk Known host, mDNS, dan DNS discovery. Sistem operasi macOS secara sepihak mengabaikan kredensial yang sudah tersimpan di keychain. Pengguna pun dipaksa mengetikkan username dan password secara manual setiap kali hendak mencetak satu dokumen.

Bagi institusi seperti sekolah atau perkantoran besar, dampaknya langsung terasa. Alih-alih mencetak cepat, setiap pengguna berpotensi membuka tiket helpdesk baru. Beban kerja tim IT membengkak dalam semalam tanpa solusi instan dari sisi pengaturan.

PaperCut Buka Komunikasi dengan Apple, Solusi Sementara Tersedia

PaperCut, pengembang software manajemen cetak, mengonfirmasi telah mengajukan permintaan dukungan resmi kepada Apple. Mereka menunggu investigasi lebih lanjut dari tim engineering Cupertino. Namun, bagi institusi yang sudah kewalahan, ada kabar baik: antrean cetak yang di-deploy melalui Print Deploy tidak terdampak bug ini.

"Jika Anda menggunakan Mobility Print queues via Print Deploy, Anda tidak akan mengalami masalah," tulis PaperCut dalam pernyataan resmi kepada kliennya. Artinya, tim IT bisa menyiasati gangguan dengan merombak ulang konfigurasi antrean cetak mereka menggunakan Print Deploy sebagai workaround sementara.

Dampak Operasional: Biaya Tersembunyi dari Patch Rutin

Bradley Chambers, pengamat IT enterprise yang telah mengelola ribuan perangkat Apple sejak 2009, menilai insiden ini menunjukkan celah serius dalam strategi korporasi Apple. "Patch keamanan rutin tidak boleh merusak fungsi inti seperti mencetak. Jika itu terjadi, perbaikan darurat harus segera dirilis," ujarnya.

Chambers menyoroti bahwa gangguan semacam ini tidak hanya mengganggu produktivitas, tetapi juga menghabiskan biaya operasional. Setiap jam downtime atau banjir tiket helpdesk berarti kerugian langsung bagi organisasi. Jika Apple serius mengejar pangsa pasar enterprise, stabilitas pasca-update harus menjadi prioritas utama.

Hingga berita ini diturunkan, Apple belum merilis perbaikan resmi untuk bug PaperCut Mobility Print. Institusi yang terdampak disarankan beralih ke Print Deploy atau menunggu patch lanjutan dari pembaruan sistem berikutnya.

Bagikan
Sumber: 9to5mac.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks