Pencarian

Presiden Prabowo Resah soal Lolos Piala Dunia, Singgung Erick Thohir hingga Menteri Keuangan di Peluncuran B50

Kamis, 09 Juli 2026 • 20:15:01 WIB
Presiden Prabowo Resah soal Lolos Piala Dunia, Singgung Erick Thohir hingga Menteri Keuangan di Peluncuran B50
Presiden Prabowo menyoroti tantangan Timnas Indonesia lolos Piala Dunia dalam peluncuran program biodiesel B50.

PAPUA — Di tengah seremoni yang seharusnya menjadi ajang showcase keberhasilan pemerintah mengakselerasi energi terbarukan, Presiden Prabowo Subianto justru menyoroti satu persoalan yang menurutnya masih menjadi ganjalan besar: prestasi sepak bola nasional. Dalam pidatonya saat meluncurkan program biodiesel B50 di Rest Area KM57 Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (9/7/2026), Presiden secara terbuka mengaku resah karena Timnas Indonesia belum juga mampu lolos ke Piala Dunia.

‘Kita Bisa B50 tapi Tidak Bisa Masuk Piala Dunia’

Pernyataan itu keluar setelah Prabowo memaparkan capaian strategis di sektor energi. Ia kemudian mengalihkan pembicaraan dengan nada setengah bercela. "Yang masih kita sulit adalah masuk piala dunia. Itu saya masih.. jadi saya resah, terus terang aja saya resah. Kita bisa B50 tapi tidak bisa masuk piala dunia, saya masih tidak puas," ujar Presiden.

Kepala Negara menegaskan bahwa persoalan sepak bola bukan perkara remeh. "Bagaimana caranya masuk Piala Dunia? Jangan anggap enteng, sepak bola itu kehormatan," kata Prabowo menambahkan. Kalimat itu langsung mengundang perhatian para pejabat yang hadir, termasuk jajaran menteri dan pengurus PSSI.

Erick Thohir dan Menteri Keuangan Jadi Sasaran

Tanpa basa-basi, Presiden menunjuk langsung dua tokoh yang dinilai memiliki peran kunci dalam pembenahan sepak bola nasional. "Siapa bertanggung jawab? Mana Erick Thohir mana Boy? Kasih tau adekmu ya. Haduh haduh," kata Prabowo. "Boy" merujuk pada sapaan akrab Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa.

"Mana Menteri Keuangan? Apa yang diperlukan supaya kita bisa masuk Piala Dunia?" lanjut Presiden. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Presiden mendorong adanya terobosan pendanaan atau kebijakan fiskal yang lebih agresif untuk mendukung program PSSI.

Jalan Terjal Timnas dan Peluang ke Piala Dunia 2030

Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi panggung terbaik bagi Skuad Garuda dalam sejarah. Untuk pertama kalinya, Indonesia melaju hingga babak keempat. Namun, laju itu terhenti dan Tim Merah Putih harus kembali menunggu empat tahun untuk mencoba peruntungan di ajang Piala Dunia 2030.

Berbagai upaya telah digelontorkan PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir. Pemain diaspora berdarah Indonesia terus dipulangkan untuk memperkuat lini tim. Pelatih kaliber dunia pun pernah didatangkan. Rencana ke depan, PSSI masih akan menambah pemain naturalisasi lagi demi mengejar tiket ke Piala Dunia.

Peluang itu dinilai semakin terbuka lebar. Untuk edisi 2030, Asia direncanakan mendapat jatah 12 tiket langsung. Jumlah itu meningkat signifikan dibandingkan edisi sebelumnya, memberikan harapan baru bagi negara-negara seperti Indonesia yang tengah membangun fondasi sepak bola.

Bagikan
Sumber: sport.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks