Pencarian

Hutama Karya, Nindya Karya, hingga Waskita Garap 5 Bendungan yang Diresmikan Prabowo dari Aceh hingga NTB

Minggu, 12 Juli 2026 • 12:12:01 WIB
Hutama Karya, Nindya Karya, hingga Waskita Garap 5 Bendungan yang Diresmikan Prabowo dari Aceh hingga NTB
Lima bendungan diresmikan Prabowo, dikerjakan oleh BUMN Karya dari Aceh hingga NTB.

PAPUA — Lima bendungan yang diresmikan tersebut adalah Bendungan Jlantah di Karanganyar (Jawa Tengah), Bendungan Meninting di Lombok Barat (NTB), Bendungan Sidan di Gianyar (Bali), Bendungan Keureuto di Aceh Utara, dan Bendungan Rukoh di Pidie (Aceh). Masing-masing dikerjakan oleh kontraktor BUMN yang berbeda, dengan skema kerja sama operasi (KSO) maupun mandiri.

Bendungan Meninting: Pusat Peresmian dengan Kapasitas 9,91 Juta Meter Kubik

Bendungan Meninting menjadi lokasi utama seremoni peresmian. Proyek ini digarap dalam dua paket: Paket I senilai Rp 902 miliar dikerjakan oleh KSO Hutama Karya–Bangunnusa bersama PT Bahagia Bangunnusa. Sementara Paket II dikerjakan oleh KSO Nindya Karya–SAC Nusantara. Total investasi mencapai Rp 1,47 triliun.

"Nindya Karya berkomitmen untuk terus mendukung dan menyukseskan program pemerintah, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan di tanah air," ujar Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero), Firmansyah.

Bendungan ini mampu menampung 9,91 juta meter kubik air, mengairi lahan irigasi seluas 1.559 hektare, dan menyuplai air baku 0,15 meter kubik per detik. Infrastruktur ini juga mereduksi risiko banjir di area 59 hektare serta berpotensi menghasilkan listrik dari PLTA 0,80 MW dan PLTS terapung 9,23 MW.

Bendungan Sidan dan Jlantah: Irigasi Bali dan Pariwisata Jawa Tengah

Di Gianyar, Bali, Bendungan Sidan dibangun oleh PT Brantas Abipraya (Persero) dengan kapasitas tampung 5,76 juta meter kubik. Air baku yang disuplai mencapai 1,75 meter kubik per detik, mengaliri jaringan irigasi sepanjang 123,19 kilometer, dan mampu mereduksi banjir seluas 108 hektare. Bendungan ini juga menghasilkan energi 8,08 MW.

Sementara di Karanganyar, Bendungan Jlantah digarap oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Dengan kapasitas 10,97 juta meter kubik dan luas genangan 50 hektare, bendungan ini diperkirakan menopang produksi hingga 27.000 ton padi per tahun serta menyediakan air baku 125 liter per detik. Lokasinya yang dekat dengan Tawangmangu dan Gunung Lawu diyakini membuka peluang ekonomi baru melalui wisata alam, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Dua Bendungan Raksasa di Aceh: Keureuto dan Rukoh

Di ujung barat Indonesia, Bendungan Keureuto di Aceh Utara memiliki kapasitas tampung paling besar, yakni 215,94 juta meter kubik dengan luas genangan 896,39 hektare. Proyek ini melibatkan PT Brantas Abipraya dan PT Hutama Karya dengan nilai sekitar Rp 700 miliar.

Bendungan Rukoh di Pidie, yang dibangun bertahap sejak 2018 hingga 2024 dengan total anggaran Rp 1,7 triliun, memiliki kapasitas 128,65 juta meter kubik dan luas genangan 700 hektare. Pekerjaan terbagi dalam dua paket: Paket 1 untuk saluran pelimpah (spillway) dikerjakan PT Nindya Karya, sedangkan Paket 2 untuk pembangunan tubuh bendungan dan bangunan pengelak dikerjakan KSO Waskita Karya–Adhi Karya–Andesmont Sakti.

Peresmian kelima bendungan ini menegaskan peran strategis BUMN Karya dalam proyek infrastruktur multi-manfaat yang menyentuh langsung sektor pertanian, pengendalian banjir, dan energi terbarukan di berbagai daerah.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks