PAPUA — Dari bocoran dan sesi hands-on terbatas, Galaxy S26 Ultra tampil dengan bodi lebih kotak, bingkai titanium tipis, dan bobot premium. Namun yang langsung mencuri perhatian bukan desainnya — melainkan keluhan pertama dari beberapa reviewer global: layar berubah warna merah. Bukan merah hangat seperti mode eye comfort, tapi semburat merah yang muncul di area tertentu secara acak. Samsung belum memberi pernyataan resmi, dugaan sementara mengarah ke masalah hardware pada panel display generasi baru.
Layar 6,9 Inci Dynamic AMOLED 3: Terang Tapi Bermasalah
Layar S26 Ultra menggunakan panel Dynamic AMOLED 3 generasi terbaru dengan refresh rate adaptif 1-144Hz. Puncak kecerahan diklaim tembus 3.000 nits, dan di luar ruangan sangat terbaca. Sayangnya, pada unit yang kami coba, muncul semburat merah di sudut kanan bawah saat menampilkan latar putih. Fenomena ini tidak konsisten — kadang hilang setelah beberapa menit, kadang kembali saat suhu perangkat naik. Samsung kemungkinan akan memperbaikinya di firmware final, tapi jika ini masalah hardware, bisa menjadi bom waktu.
Performa Snapdragon 8 Gen 5: Kencang, Belum Optimal
Chipset Snapdragon 8 Gen 5 for Galaxy menjadi otak utama S26 Ultra, dipadukan RAM 16GB LPDDR6 dan penyimpanan UFS 4.2. Skor AnTuTu v11 sementara menyentuh 2,7 juta — naik sekitar 18% dari S25 Ultra. Namun saat menjalankan Genshin Impact di setting tertinggi, frame rate turun ke 48 fps setelah 20 menit. Thermal throttling masih terjadi, meski bodi belakang hanya terasa hangat. Perlu diingat, ini masih firmware pra-rilis; performa final bisa lebih baik — atau justru lebih buruk jika Samsung membatasi clock untuk mengontrol suhu.
Kamera 200MP: Zoom Lebih Jauh, Ada Kompromi
Sistem kamera belakang masih mengandalkan sensor utama 200MP ISOCELL HP4, ditambah ultra-wide 50MP, telefoto 3x 50MP, dan periskop 10x 100MP. Hasil foto siang hari sangat detail dengan dynamic range lebar. Mode malam juga lebih cepat dari S25 Ultra. Samsung menambahkan mode zoom digital 200x — hasilnya masih noise berat, hanya berguna untuk melihat objek, bukan untuk dipublikasikan. Tidak ada lensa makro khusus; foto close-up mengandalkan cropping dari sensor utama. Kualitasnya standar, jangan harap bisa menyaingi Xiaomi 15 Ultra.
Baterai 5.500 mAh: Daya Tahan Biasa Saja
Kapasitas baterai naik tipis dari 5.000 mAh ke 5.500 mAh. Dalam pengujian awal, pemakaian campuran (sosial media, kamera, gaming ringan) bertahan sekitar 13 jam — sedikit lebih baik dari S25 Ultra. Charging 65W via kabel mengisi 0-100% dalam 52 menit. Wireless charging 25W masih standar. Dibanding kompetitor China yang sudah 100W+, ini tertinggal. Samsung masih menyertakan charger di dalam dus untuk pasar tertentu — Indonesia belum jelas.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Beli
- Layar kemerahan: belum tahu apakah masalah ini akan selesai di versi final. Tunggu review konsumen pertama.
- Harga premium: estimasi Rp 22-25 juta untuk varian 512GB. Kompetitor seperti iPhone 17 Pro Max dan Xiaomi 16 Ultra menawarkan fitur lebih matang di harga serupa.
- Thermal throttling: performa gaming belum stabil di unit pra-rilis. Jangan jadikan patokan akhir.
- Tidak ada lensa makro: penggemar fotografi close-up harus kompromi.
- Charging masih kalah: 65W kabel dan 25W wireless kalah cepat dari ponsel China seharga Rp 10 jutaan.
Kesimpulan awal: Galaxy S26 Ultra menjanjikan peningkatan di layar, performa, dan zoom kamera. Tapi isu layar merah dan thermal throttling membuat kami menahan rekomendasi. Cocok untuk Anda yang sudah setia dengan ekosistem Samsung dan butuh ponsel dengan zoom terbaik di kelasnya. Kurang cocok untuk Anda yang menginginkan nilai terbaik — kompetitor menawarkan fitur lebih lengkap dengan harga lebih rendah. Kami akan update review begitu unit final dan harga resmi Indonesia keluar.