SENTANI — Penumpang yang transit di Bandara Internasional Sentani, Jayapura, kini bisa membeli jersey, syal, hingga gantungan kunci resmi Persipura Jayapura di satu tempat. Store Merchandise Persipura Experience resmi beroperasi di area bandara sebagai bagian dari inovasi PT Angkasa Pura Indonesia untuk mendukung potensi lokal Papua.
Produk yang dijual tidak terbatas pada perlengkapan suporter. Tersedia juga mug, tumbler, topi, aneka aksesori, hingga cenderamata eksklusif khas Papua yang dirancang sebagai kenang-kenangan bagi wisatawan nusantara dan mancanegara.
Bandara Jadi Etalase Promosi Budaya Papua
General Manager Bandara Internasional Sentani Jayapura, I Nyoman Noer Rohim, menyatakan bahwa bandara tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan kebandarudaraan. "Kami berkomitmen menjadi etalase promosi budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, serta ikon kebanggaan masyarakat Papua," ujarnya di Sentani, Senin.
Menurut Noer, Persipura Jayapura bukan sekadar klub sepak bola. "Persipura merupakan simbol kebanggaan, semangat, dan identitas masyarakat Papua yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional," katanya.
Sinergi Olahraga dan Sektor Bandara
Pembukaan store ini merupakan bentuk kolaborasi antara dunia olahraga dan sektor kebandarudaraan. Pihak bandara berharap kehadiran gerai merchandise ini bisa mendekatkan Persipura kepada masyarakat sekaligus pengguna jasa bandara.
"Kami berharap kolaborasi ini menjadi langkah awal dari berbagai sinergi yang lebih luas demi kemajuan Persipura di masa depan," ujar Noer.
Destinasi Baru Pecinta Sepak Bola di Papua
Store Merchandise Persipura Experience dirancang tidak hanya sebagai pusat penjualan. Bandara Internasional Sentani menargetkan tempat ini menjadi destinasi baru bagi para pecinta sepak bola, wisatawan, maupun pengguna jasa bandara yang ingin membawa cenderamata khas Papua.
Pihak bandara juga berharap inisiatif ini mampu memperkuat branding Persipura Jayapura sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan industri olahraga dan ekonomi kreatif di Papua.