JAKARTA — Kebijakan pemerintah menggenjot produksi pangan di tanah Papua mulai menunjukkan hasil terukur. Kementerian Pertanian mencatat produktivitas padi petani di wilayah tersebut melonjak dari sekitar tiga ton per hektare menjadi tujuh ton per hektare, seiring dengan masuknya teknologi mekanisasi ke tingkat petani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, anggaran Rp 5 triliun yang telah digelontorkan tidak hanya digunakan untuk membuka lahan, tetapi juga membangun infrastruktur irigasi, penyediaan alat mesin pertanian (alsintan), serta distribusi benih dan pupuk. "Di Merauke, indeks pertanaman meningkat dari 1,05 menjadi 1,82 hingga 2,00. Peningkatan tersebut membuat petani yang sebelumnya rata-rata hanya menanam sekali dalam setahun kini mampu melakukan penanaman hingga dua kali," jelas Amran dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (14/8/2026).
Alokasi Rp 1,33 Triliun untuk Papua Selatan pada 2026
Pada tahun anggaran 2026, pemerintah memprioritaskan pengembangan di Papua Selatan dengan alokasi bantuan senilai Rp 1,33 triliun. Anggaran ini menyasar empat subsektor utama: tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.
Selain untuk pengembangan lahan dan irigasi, dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan alat dan mesin pertanian. Pemerintah juga menyiapkan pendampingan petani dan pembangunan infrastruktur pendukung agar produktivitas bisa dijaga secara berkelanjutan.
Traktor Hingga Drone Kini Digunakan Petani Papua
Transformasi pertanian di Papua tidak hanya soal perluasan area tanam. Pemerintah menghadirkan teknologi yang lazim dipakai di negara maju, seperti drone pertanian, rice transplanter, combine harvester, dan traktor. Alat-alat ini digunakan untuk mempercepat pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga proses panen.
Mekanisasi ini menjadi tulang punggung brigade pangan yang dibentuk di daerah. Dengan kombinasi benih unggul dan pendampingan intensif, pemerintah menargetkan swasembada pangan tidak hanya tercapai dari sisi volume produksi, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan petani.
Mentan menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian di Papua menjadi bukti bahwa membangun swasembada pangan bukan semata-mata menghasilkan komoditas. Lebih dari itu, kebijakan ini dinilai berhasil mengelola sumber daya lokal dan menghadirkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.