PAPUA — Farizon Supervan (SV) resmi meluncur di Indonesia sebagai kendaraan komersial listrik yang menyasar segmen yang selama ini didominasi Toyota HiAce. Tersedia dalam dua varian, SV High Roof dan SV Medium Roof, keduanya dibanderol sama rata Rp 725 juta. Pertanyaannya, apakah harga segitu sepadan dengan apa yang ditawarkan untuk kebutuhan bisnis Anda?
Desain Tanpa Pilar-B: Keunggulan Fungsional yang Jarang Ada
Fitur paling mencolok dari Farizon SV adalah desain bodi tanpa pilar-B. Konsep ini membuat area samping kendaraan terbuka sangat lebar, sehingga proses keluar-masuk penumpang maupun bongkar muat barang menjadi jauh lebih mudah. Untuk kendaraan komersial yang mobilitasnya tinggi, ini adalah nilai jual yang konkret, bukan sekadar gimmick desain.
Dimensinya juga besar: panjang 5.995 mm, lebar 1.980 mm, dan tinggi 2.500 mm dengan jarak sumbu roda 3.850 mm. Kapasitas tempat duduk mencapai 16 orang, dan ruang muatnya sanggup membawa beban hingga 1.113 kg. Ban berukuran 215/75R16C dipasang di keempat rodanya.
Baterai CP-S dan Fast Charging: Klaim 30 Menit untuk 20-80%
Farizon SV menggunakan baterai CP-S berkapasitas 82,883 kWh dengan sistem kelistrikan 400V. Pabrikan mengklaim baterai ini punya kemampuan maximum 2.4C charging/discharging, dan mendukung pengisian cepat 20% hingga 80% hanya dalam 30 menit menggunakan konektor CCS2. Jarak tempuh efisiennya diklaim mencapai 360-380 km.
Namun, perlu diingat bahwa angka tersebut adalah klaim pabrikan. Dalam kondisi nyata di Indonesia—macet, muatan penuh, dan cuaca panas—jarak tempuh riil biasanya lebih rendah dari klaim. Kami menyarankan Anda melakukan test drive dengan simulasi rute harian sebelum memutuskan membeli.
Performa Motor Listrik: 230 PS dan Torsi 336 Nm
Sektor penggeraknya mengandalkan permanent magnet synchronous motor dengan konfigurasi front-wheel drive. Tenaga puncaknya mencapai 230 PS dengan torsi 336 Nm. Untuk kendaraan komersial, angka ini tergolong cukup bertenaga untuk menunjang aktivitas harian, baik di dalam kota maupun jalan tol.
Suspensi depan menggunakan double wishbone independent, sementara belakang mengandalkan non-independent steel plate spring dengan konfigurasi 2+1 pieces untuk kendaraan 3,5 ton. Ini adalah konfigurasi standar untuk kendaraan niaga yang mengutamakan kapasitas muatan dibanding kenyamanan.
Kabin dan Fitur Keselamatan: ADAS Lengkap di Kelasnya
Kabin Farizon SV tidak ketinggalan zaman. Pengemudi mendapatkan ventilasi kursi, penyetelan elektrik, power window, dan entertainment system. Ada juga panel tombol start-stop, kamera AVM 360, rem parkir elektronik, dan fitur auto hold.
Dari sisi keselamatan, Farizon SV membawa rangkaian ADAS yang lengkap: RCTA, DOW, LCA, AEB, dan ACC full-speed. Fitur lainnya termasuk TPMS, ABS, EBD/CBC, collision power-off system, dan AVAS. Struktur bodinya mengklaim standar Eropa dengan material berkekuatan tinggi lebih dari 70% dan ketahanan tekanan maksimum 45.000 N.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Pertama, harga Rp 725 juta menempatkan Farizon SV di posisi premium. Toyota HiAce versi diesel jauh lebih murah, dan selisihnya bisa digunakan untuk biaya operasional bertahun-tahun. Kedua, infrastruktur charging untuk kendaraan komersial di Indonesia masih terbatas. Pastikan Anda punya akses ke charging station atau fasilitas pengisian di depot sebelum mengandalkan kendaraan ini untuk operasional harian.
Ketiga, jaringan purna jual Farizon di Indonesia masih baru. Ketersediaan suku cadang dan bengkel resmi belum sebanding dengan pemain lama seperti Toyota. Ini risiko yang harus dipertimbangkan, terutama jika kendaraan digunakan untuk operasional bisnis yang tidak boleh berhenti.
Verdict: Untuk Siapa Farizon Supervan Ini?
Farizon SV adalah pilihan menarik bagi perusahaan yang sudah punya infrastruktur charging sendiri dan ingin menekan biaya operasional jangka panjang. Desain tanpa pilar-B dan ADAS lengkap adalah keunggulan nyata yang tidak dimiliki kompetitor di kelasnya.
Tapi untuk pemilik usaha yang mengandalkan kendaraan ini setiap hari tanpa dukungan infrastruktur charging yang memadai, atau yang membutuhkan jaringan servis luas, kendaraan ini masih sulit direkomendasikan. Toyota HiAce tetap menjadi pilihan yang lebih aman dari sisi kepraktisan dan nilai jual kembali.