PAPUA — Geuchik Desa Cot Girek, Iskandar, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, secara eksplisit mengaitkan peringatan kemerdekaan dengan agenda pembangunan ke depan. Ia menyebut percepatan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan warga sebagai fokus utama yang harus didorong, dengan kemitraan bersama manajemen PTPN IV sebagai kunci utamanya.
Sinergi Desa dan Perusahaan: Kunci Pembangunan Cot Girek
Iskandar menegaskan bahwa keberadaan PTPN IV Regional 6 Unit Cot Girek harus memberikan dampak nyata bagi ekonomi dan sosial masyarakat. "Keberadaan perusahaan harus membawa berkah yang nyata bagi kemajuan ekonomi dan sosial seluruh masyarakat gampong," ujarnya di sela-sela upacara.
Harapan ini bukan tanpa dasar. Upacara HUT RI ke-81 ini sendiri menjadi bukti konkret kolaborasi lintas sektor. Hadir dalam acara tersebut perangkat desa, pimpinan dan karyawan PTPN IV, dewan guru, siswa, hingga Bhabinkamtibmas Polsek Cot Girek. Keterlibatan karyawan pabrik kelapa sawit dalam upacara kenegaraan menunjukkan hubungan industrial yang telah terjalin erat dengan warga.
Paskibraka SMA Negeri 1 Cot Girek dan Khidmatnya Jalannya Upacara
Jalannya upacara berlangsung tertib dengan pengibaran bendera yang dilakukan anggota Paskibraka dari SMA Negeri 1 Cot Girek. Komandan Upacara dipercayakan kepada Sersan Satu Hamdani dari Koramil 20 Cot Girek, sementara Serka Muslim bertugas sebagai Perwira Upacara. Pembacaan Teks Proklamasi oleh Rufiati dan UUD 1945 oleh Efriani berjalan lancar, diiringi aubade dari siswa SMP Negeri 1 Cot Girek.
Momentum Kebersamaan untuk Tantangan ke Depan
Bagi Iskandar, upacara ini adalah simbol bahwa persatuan bisa menjadi modal menyelesaikan dinamika wilayah. "Kami yakin, dengan duduk bersama secara kekeluargaan bersama manajemen PTPN IV Regional 6, setiap tantangan pembangunan maupun dinamika wilayah di Cot Girek dapat kita selesaikan dengan solusi yang saling menguntungkan," pungkasnya.
Pernyataan ini relevan mengingat Cot Girek merupakan salah satu sentra perkebunan kelapa sawit di Aceh Utara. Hubungan harmonis antara warga dan perusahaan swasta/BUMN kerap menjadi titik rawan konflik lahan maupun ketenagakerjaan. Dengan mengusung semangat kekeluargaan, diharapkan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan yang dicanangkan bisa berjalan tanpa hambatan berarti.