Pencarian

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.693 Jelang Rilis Inflasi dan Data Perdagangan

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 23:16:31 WIB
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.693 Jelang Rilis Inflasi dan Data Perdagangan
Rupiah ditutup menguat ke level Rp17.693 di tengah sentimen positif pasar domestik jelang rilis data inflasi dan perdagangan.

PAPUA — Kepastian Destry Damayanti terpilih sebagai Gubernur BI periode 2026–2031 menjadi katalis positif bagi pasar keuangan domestik. Keputusan yang diambil secara musyawarah mufakat oleh Komisi XI DPR RI ini sekaligus menandai pertama kalinya seorang perempuan memimpin bank sentral secara definitif, menggantikan Perry Warjiyo yang mundur.

Di sisi lain, sikap hati-hati investor global masih membayangi pergerakan mata uang garuda. Pasar tengah mengkaji pidato perdana Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole, terutama setelah indeks harga PCE Juli naik 3,7 persen secara tahunan.

Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Semakin Besar

Data inflasi AS yang masih panas memperkuat spekulasi pengetatan moneter lebih lanjut. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed tercatat 34 persen untuk September dan melonjak hingga 74 persen pada Desember 2026.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pasar domestik menyambut positif terpilihnya pimpinan definitif bank sentral. Hal ini memberikan kepastian bagi arah kebijakan moneter ke depan meski tekanan eksternal tetap membatasi laju penguatan rupiah.

Inflasi dan Neraca Perdagangan Jadi Fokus Pekan Depan

Pelaku pasar cenderung menahan diri dari pengambilan posisi agresif menjelang rilis data inflasi resmi awal pekan depan. Angka ini akan menjadi parameter penting bagi Bank Indonesia dalam menentukan arah suku bunga, apakah akan melonggarkan atau mempertahankan kebijakan ketat.

Publik juga mencermati rilis neraca perdagangan edisi Juli 2026. Lonjakan impor komoditas pangan dinilai mengindikasikan menipisnya stok pasokan dalam negeri, yang berpotensi memicu inflasi pangan impor seiring depresiasi nilai tukar.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Senin Depan

Ibrahim memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah pada perdagangan Senin (31/8/2026). Tekanan eksternal dari prospek kenaikan suku bunga AS diprediksi masih mendominasi sentimen pasar, meskipun faktor domestik seperti kepemimpinan BI yang baru memberikan sedikit penopang.

Investasi mengandung risiko.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks