Pencarian

XPeng X9 Pro Melawan Stereotip MPV Raksasa: Radius Putar 5,4 Meter Berkat Roda Belakang

Sabtu, 05 September 2026 • 04:12:01 WIB
XPeng X9 Pro Melawan Stereotip MPV Raksasa: Radius Putar 5,4 Meter Berkat Roda Belakang
XPeng X9 Pro melintasi area perkotaan untuk menunjukkan kemampuan radius putarnya yang diklaim mencapai 5,4 meter berkat sistem kemudi roda belakang.

PAPUA — Jakarta — Selama ini, pengemudi MPV premium seukuran Toyota Alphard sudah terbiasa dengan satu ritual: maju-mundur berkali-kali saat masuk gang atau memutar balik di jalan sempit. Jarak sumbu roda yang panjang memang menjadi harga mati demi kabin lega, tapi konsekuensinya selalu sama—radius putar besar.

XPeng X9 Pro mencoba mematahkan kompromi itu. Kami melihat langsung bagaimana mobil dengan panjang 5.293 mm dan bobot 2.750 kg ini mengklaim punya radius putar hanya 5,4 meter. Sebagai pembanding, Alphard yang lebih pendek 283 mm saja punya radius putar lebih besar, dan Denza D9 yang juga lebih pendek butuh 5,95 meter untuk berputar balik.

Roda Belakang Ikut Menyetir: Bukan Sekadar Gimik

Kunci utamanya bernama Active Rear-Wheel Steering. Saat kecepatan rendah—misalnya parkir atau masuk gang—roda belakang berputar berlawanan arah dengan roda depan. Efeknya, sumbu putar mobil seolah memendek. Ini bukan fitur baru di dunia otomotif, tapi jarang sekali diterapkan pada MPV keluarga sebesar ini.

Perlu dicatat, fitur ini bekerja paling optimal di bawah kecepatan tertentu. Di jalan tol, sistem justru memutar roda belakang searah dengan roda depan untuk menjaga stabilitas saat berpindah lajur. Sayangnya, bahan ulasan ini belum menyebutkan batas kecepatan persis kapan sistem beralih mode.

Dimensi Raksasa, Hambatan Udara Minim

Secara fisik, X9 Pro adalah mobil terbesar di kelasnya. Panjang 5.293 mm, lebar 1.988 mm, dan jarak sumbu roda 3.160 mm berarti kabinnya lapang, tapi bobot 2.750 kg tetap jadi konsekuensi yang harus dibayar—baik untuk akselerasi maupun efisiensi energi.

XPeng mengeklaim desain Starship Design 2.0 membawa koefisien hambatan udara 0,236 Cd. Angka ini impresif untuk mobil sebesar ini. Semakin rendah Cd, semakin kecil energi baterai yang terbuang melawan angin di kecepatan tinggi. Artinya, di pemakaian tol Jakarta–Bandung, angkanya bisa terasa bedanya pada konsumsi baterai.

Parkir Sendiri dan Kamera Tembus Pandang

Soal parkir, XPeng tidak hanya mengandalkan roda belakang. Sistem XPILOT Assist yang ditenagai chip Turing XP5 mengelola 3 radar gelombang milimeter, 12 radar ultrasonik, dan 12 kamera. Fitur Transparent Chassis memungkinkan pengemudi melihat area kolong mobil lewat layar—berguna saat melewati polisi tidur tinggi atau jalan rusak.

Ada juga Remote Parking Assist yang memungkinkan mobil parkir sendiri dikendalikan dari luar via ponsel. Kombinasi ini memang menjawab keluhan utama pemilik MPV besar: sulitnya memarkirkan kendaraan di lahan sempit. Adaptive Cruise Control, Lane Centering Control, dan Adaptive Turning Cruise melengkapi paket bantuan berkendara.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Meski teknologi kemudinya impresif, beberapa hal belum terjawab dari bahan yang kami terima. Pertama, konsumsi energi real-world belum disebutkan—bobot 2.750 kg adalah angka yang berat untuk digerakkan motor listrik. Kedua, harga OTR Indonesia belum diumumkan, padahal ini faktor penentu utama melawan Denza D9 yang sudah lebih dulu hadir.

Ketiga, performa suspensi udara (jika tersedia di varian Pro ini) belum diuji di jalan rusak ala Jakarta. Fitur canggih di atas kertas tidak menjamin kenyamanan harian jika tuning-nya kurang matang.

Verdict: Teknologi Menjanjikan, Tapi Tunggu Angka Harga

XPeng X9 Pro jelas menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki Alphard maupun Denza D9: kelincahan mobil kecil dalam tubuh MPV raksasa. Untuk pengemudi pribadi yang sering melintasi gang sempit atau parkir di gedung lama, fitur ini bisa mengubah pengalaman berkendara harian secara signifikan.

Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada harga dan ketersediaan layanan purna jual di Indonesia. Teknologi canggih tanpa dukungan jaringan bengkel yang memadai adalah risiko besar untuk mobil listrik seharga ratusan juta rupiah. Kami menyarankan menunggu pengumuman resmi harga dan melakukan test drive langsung—terutama di rute yang benar-benar sempit—sebelum memutuskan.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: otomotif.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks