Pertamina Gandeng ExxonMobil dan SK Group Garap Migas Global hingga CCS Lintas Negara

Penulis: Ragil  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 11:15:07 WIB
Penandatanganan MoU kerja sama antara PHE, ExxonMobil, dan SK Group di Seoul, 1 April 2026.

PAPUA — Penandatanganan pertama dilakukan antara PHE, SK Group (SK Innovation dan SK Earthon), serta ExxonMobil di Forum Bisnis Indonesia–Korea di Seoul pada Rabu (1/4/2026). Kesepakatan kedua diteken dalam ajang IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (20/5/2026).

Kerja sama ini mencakup penjajakan potensi kolaborasi di sektor hulu migas, mulai dari pengembangan aset, peningkatan kinerja operasi, hingga adopsi teknologi energi baru. Namun, PHE menegaskan MoU ini masih bersifat awal dan belum mengikat secara komersial — menjadi dasar bagi studi dan diskusi lanjutan.

CCS Lintas Batas: Indonesia Jadi Pusat Penyimpanan Karbon Regional

Salah satu poin krusial dalam kemitraan ini adalah pengembangan CCS lintas batas antara Indonesia dan Korea Selatan. Kedua negara menjajaki potensi rantai nilai CCS regional yang memanfaatkan kapasitas penyimpanan karbon Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dekarbonisasi sektor industri di Korea Selatan.

PHE menilai kolaborasi ini memiliki nilai strategis dalam mendukung target pengurangan emisi global sekaligus membuka peluang Indonesia menjadi salah satu pusat pengembangan CCS di kawasan Asia.

Visi Direksi: Kemitraan Kunci Transformasi Menuju Perusahaan Kelas Dunia

Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah, mengatakan kolaborasi dengan mitra global merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing perusahaan sekaligus mempercepat transformasi menuju perusahaan energi kelas dunia.

"Kerja sama ini merupakan bagian dari strategi PHE untuk memperkuat kapabilitas teknis, membuka peluang pertumbuhan anorganik, serta mempercepat pengembangan teknologi rendah karbon melalui kolaborasi dengan mitra kelas dunia," kata Whisnu dalam prosesi penandatanganan MoU di Seoul.

Ia menambahkan, kemitraan global menjadi kunci untuk memperkuat posisi PHE dalam industri energi internasional sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.

Komitmen ESG dan Antikorupsi

Dalam pengelolaan bisnis hulu migas, PHE berkomitmen menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan juga menegaskan kebijakan Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan fraud melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah tersertifikasi ISO 37001:2016.

Melalui kemitraan strategis global ini, PHE memperkuat perannya sebagai perusahaan hulu migas yang kompetitif di tingkat global, sembari berkontribusi menjaga ketahanan energi nasional dan mendukung target transisi energi Indonesia.

Reporter: Ragil
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top