Ponsel dengan Keyboard QWERTY Fisik Kembali Tren di 2026, Ini Daftar Pilihan Terbaru

Penulis: Saiful  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10:01 WIB
Ponsel dengan keyboard QWERTY fisik kembali diminati pengguna di tahun 2026.

PAPUA — Setelah hampir satu dekade absen, ponsel dengan keyboard QWERTY fisik kembali menjadi perbincangan di kalangan penggemar gadget. Bukan BlackBerry yang bangkit kembali sebagai produsen, melainkan sejumlah vendor kecil dan proyek crowdfunding yang menghadirkan perangkat dengan sentuhan era 2010-an itu. Mulai dari layar e-paper hingga layar OLED 120 Hz, pilihannya kini lebih variatif dari sekadar tiruan nostalgia.

Mengapa Keyboard Fisik Kembali Dicari?

Fenomena ini bukan hanya soal kangen masa lalu. Pengguna yang banyak mengetik, seperti jurnalis, pebisnis, atau pengelola media sosial, mulai merasakan batasan keyboard virtual. Bug pada keyboard layar sentuh—seperti yang sempat dikeluhkan pengguna iPhone beberapa waktu terakhir—menjadi salah satu pemicu. Keyboard fisik dinilai lebih andal karena tidak bergantung pada respons sentuh layar yang kadang bermasalah.

Selain itu, kehadiran keyboard QWERTY membuat ponsel tampil beda di tengah lautan perangkat dengan layar penuh minimalis. Beberapa pengguna juga mengaku lebih mudah membatasi waktu layar karena konsumsi konten di layar kecil tidak senyaman di ponsel flagship 6,7 inci. Ponsel ini kerap dipakai sebagai perangkat sekunder khusus untuk komunikasi, email, dan produktivitas.

Pilihan Ponsel QWERTY Android Terbaru

Minimal Phone dibanderol USD 449,99 (sekitar Rp 7,4 juta). Ponsel ini menggunakan layar e-paper hitam putih dan menjalankan Android 14 dengan dukungan penuh Google Play. Cocok bagi Anda yang ingin mengurangi distraksi visual.

Zinwa Q25 dari vendor China Zinwa Technologies mengonversi bodi BlackBerry Classic menjadi perangkat Android 13. Harganya sekitar USD 400 (Rp 6,6 juta). Pilihan ini pas untuk pengguna yang merindukan desain ikonik BlackBerry tanpa harus berurusan dengan sistem operasi lama.

Yang paling ramai diperbincangkan adalah jajaran Unihertz Titan 2. Titan 2 versi awal sukses menggalang dana lebih dari USD 2 juta dari 7.000 pendukung di Kickstarter pada pertengahan 2025. Kini, penerusnya—Titan 2 Elite dan Titan 2 Elite Pro—diluncurkan di MWC 2026 dan berhasil mengumpulkan lebih dari USD 4 juta dari hampir 9.000 pendukung. Kedua ponsel ini mengusung layar OLED 4,03 inci dengan refresh rate 120 Hz, dukungan 5G, eSIM, dan slot microSD. Model Pro dibekali prosesor lebih tinggi dan penyimpanan 512 GB, sementara varian standar 256 GB. Harga pre-order langsung dari Unihertz USD 490 (Rp 8 juta) untuk Elite dan USD 580 (Rp 9,5 juta) untuk Elite Pro.

Pesaing terdekatnya adalah Clicks Communicator seharga USD 499 (Rp 8,2 juta). Perangkat ini juga memiliki layar OLED 4,03 inci, prosesor MediaTek Dimensity 8300, dan keyboard QWERTY yang mendukung input sentuh. Clicks Communicator menjalankan Android 16 dengan jaminan pembaruan hingga lima tahun. Fitur lain termasuk pengisian daya nirkabel Qi2, jack audio 3,5 mm, dan lampu LED yang dapat dikustomisasi di tombol samping.

Alternatif: Aksesori Keyboard untuk Ponsel yang Sudah Dimiliki

Bagi yang tidak ingin membeli ponsel baru, aksesori keyboard Clicks tersedia untuk iPhone dan beberapa perangkat Android. Solusi ini memungkinkan Anda merasakan sensasi mengetik fisik tanpa harus mengorbankan ponsel utama yang sudah nyaman dipakai.

Kesimpulan: Untuk Siapa Ponsel QWERTY Ini?

Ponsel dengan keyboard fisik jelas bukan untuk semua orang. Namun, bagi Anda yang mengutamakan kecepatan mengetik, ingin mengurangi gangguan dari layar besar, atau sekadar mencari perangkat unik yang tidak pasaran, opsi di atas layak dipertimbangkan. Dengan rentang harga Rp 6,6 juta hingga Rp 9,5 juta, pilihannya cukup beragam sesuai kebutuhan dan anggaran.

Reporter: Saiful
Sumber: bgr.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top