PAPUA — Kerja sama antara Seres Group dan Volcano Engine bukan sekadar nota kesepahaman. Lewat kolaborasi ini, Seres akan mengadopsi teknologi AI dan komputasi awan dari ByteDance untuk sistem hiburan, navigasi, hingga asisten virtual di dalam kabin. Langkah ini menjadi strategi Seres untuk bersaing di segmen kendaraan yang semakin mengedepankan konektivitas dan pengalaman digital.
Volcano Engine, yang selama ini dikenal sebagai tulang punggung teknologi rekomendasi konten TikTok, akan diadaptasi untuk kebutuhan otomotif. Sistem ini memungkinkan mobil belajar dari kebiasaan pengemudi, mulai dari rute favorit hingga preferensi suhu kabin. Seres menyebut integrasi ini akan membuat interaksi pengemudi dengan mobil terasa lebih personal dan responsif.
Belum ada detail spesifik soal model mana yang akan menjadi pionir teknologi ini. Namun, Seres memastikan kendaraan pertama yang mengusung sistem Volcano Engine akan meluncur tahun ini. Pasar utama tetap China, namun ekspansi ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, masuk dalam peta jalan perusahaan. Seres sendiri sudah memiliki basis produksi di dalam negeri lewat joint venture dengan Sokonindo.
Langkah ByteDance merambah industri otomotif lewat Volcano Engine sebenarnya sudah terlihat sejak 2023. Perusahaan teknologi ini melihat kendaraan sebagai platform baru untuk ekosistem AI mereka. Data pengguna dari TikTok dan aplikasi lain di bawah ByteDance bisa menjadi bahan bakar untuk mengembangkan sistem prediktif yang lebih canggih di mobil. Bagi Seres, menggandeng ByteDance adalah cara cepat untuk mendapatkan teknologi tanpa harus membangun dari nol.
Kolaborasi Seres dan ByteDance ini menjadi sinyal bahwa pertarungan mobil masa depan tidak hanya soal mesin atau baterai, tapi juga soal kecerdasan buatan dan kemampuan mengolah data. Tahun ini akan menjadi ujian pertama apakah formula "mobil TikTok" ini benar-benar bisa diterima pasar.