PAPUA — Usulan dari California Energy Commission (CEC) yang bertajuk "Replacement Tire Efficiency Program" tengah menjadi perdebatan sengit di industri otomotif Amerika Serikat. Pasalnya, aturan ini tidak hanya menyasar efisiensi bahan bakar, tetapi secara tidak langsung membatasi bahkan melarang peredaran ban aftermarket yang selama ini menjadi andalan konsumen karena daya tahannya.
CEC berargumen bahwa ban bawaan pabrik (OE) memiliki rolling resistance lebih rendah sehingga lebih hemat energi. Dengan mewajibkan semua ban pengganti memiliki standar efisiensi yang sama, pemerintah California yakin emisi CO2 bisa ditekan 2 juta metrik ton per tahun dan pengemudi bisa menghemat rata-rata US$79 hingga US$153 per set ban selama empat tahun pemakaian.
Namun argumen ini mengabaikan satu fakta mendasar: ban OE dan ban aftermarket dirancang untuk tujuan yang berbeda. Ban pabrikan biasanya memiliki tapak lebih tipis dan kompon yang lebih lunak demi mengejar angka konsumsi BBM optimal saat pengujian, bukan untuk ketahanan jangka panjang.
Data dari TyreReviews.com menunjukkan bahwa aturan ini bisa menurunkan harapan hidup ban pengganti dari rata-rata 60.000 mil (sekitar 96.000 km) menjadi di bawah 30.000 mil (48.000 km). Artinya, konsumen harus mengganti ban dua kali lebih sering dibandingkan sekarang.
Ambil contoh ban Hankook Kinergy GT. Untuk ukuran 195/65R-15 yang menjadi standar Hyundai Elantra, ban OE hanya memiliki kedalaman tapak 8,5/32 inci dan tidak memiliki garansi jarak tempuh. Sementara versi aftermarket di ukuran yang sama memiliki tapak 10/32 inci, bobot 17,9 pon, dan garansi hingga 70.000 mil. Perbedaan ini bukan tanpa alasan—ban aftermarket dirancang untuk tahan lama, bukan sekadar irit di atas kertas.
Paradoks dari usulan CEC justru terletak pada dampak lingkungannya. Memproduksi ban baru membutuhkan energi dan bahan baku, serta menghasilkan limbah kimia. Jika setiap pengemudi di California harus mengganti ban setiap 48.000 km, volume ban bekas yang berakhir di tempat pembuangan akhir atau insinerator akan melonjak drastis.
"Memproduksi lebih banyak ban memang menciptakan lebih banyak limbah," tulis Jack Fitzgerald dalam laporannya di Car and Driver. Sayangnya, proposal CEC tidak menyertakan analisis siklus hidup penuh (lifecycle analysis) yang memperhitungkan emisi dari produksi dan pembuangan ban tambahan tersebut.
Bagi pemilik mobil di California, dampak paling langsung adalah biaya kepemilikan yang justru bisa naik. Meskipun ada penghematan di pompa bensin, frekuensi ganti ban yang dua kali lipat berarti pengeluaran tahunan untuk ban bisa meningkat signifikan. Belum lagi kenyamanan dan performa di jalan basah atau kondisi ekstrem yang biasanya lebih baik pada ban aftermarket dengan tapak lebih dalam.
CEC saat ini masih membuka masa konsultasi publik untuk proposal ini. Industri ban dan otomotif diperkirakan akan melobi keras agar regulasi di