PAPUA — Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka di level 5.919 sebelum langsung jatuh ke zona merah. Dalam rentang perdagangan pagi ini, indeks sempat menyentuh titik terendah di 5.852 dan tertinggi di 5.924. Nilai transaksi baru tercatat Rp 1,18 triliun dengan volume 1,95 miliar lembar saham yang diperdagangkan sebanyak 143.258 kali.
Tekanan jual sangat dominan sejak awal sesi. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 415 saham berada di zona merah, sementara hanya 100 saham yang berhasil menguat. Adapun 166 saham lainnya stagnan. Rasio ini menunjukkan aksi jual massal tanpa sektor yang mampu menjadi penopang.
Koreksi hari ini memperpanjang tren negatif dalam sepekan terakhir. IHSG sudah melemah 5,59% secara lima hari. Lebih mengkhawatirkan lagi, indeks tercatat turun 17,49% dalam sebulan terakhir. Secara tiga bulan, pelemahan mencapai 28,65% dan dalam enam bulan indeks ambrol 30,20%.
Kinerja tahun berjalan (year-to-date) juga menunjukkan tekanan berat. Sepanjang 2026, IHSG sudah kehilangan 32,24% nilainya. Angka ini menjadikan bursa saham Indonesia sebagai salah satu yang berkinerja terburuk di kawasan Asia Tenggara tahun ini.
Tekanan jual diperkirakan masih akan berlanjut pada sesi kedua jika tidak ada sentimen positif baru. Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan data ekonomi global yang bisa mempengaruhi arah indeks selanjutnya.