Nissan Pangkas Waktu Pengembangan Mobil dari 55 ke 26 Bulan, Contohi Merek China Mulai 2026

Penulis: Fajar  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 22:04:31 WIB
Nissan memangkas waktu pengembangan mobil dari 55 menjadi 26 bulan mulai 2026.

PAPUA — RiderTua.com – Nissan akhirnya mengakui bahwa pabrikan China kini menjadi tolok ukur industri otomotif global dalam hal kecepatan, biaya, dan teknologi pengembangan. Produsen Jepang ini memangkas drastis siklus pengembangan mobilnya dari 55 bulan menjadi hanya 26 bulan, atau sekitar dua tahun. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap agresivitas merek China yang mampu melahirkan model baru dalam waktu kurang dari empat tahun, bahkan ada yang lebih cepat berkat adopsi kecerdasan buatan (AI) dalam proses perakitan.

All New Skyline Jadi Proyek Perdana Siklus 26 Bulan

Model pertama yang akan menggunakan jadwal pengembangan baru ini adalah All New Skyline. Nissan menargetkan peluncuran mobil tersebut pada musim dingin tahun ini. Dengan siklus yang dipotong hampir setengahnya, Nissan berharap bisa mengejar ketertinggalannya dari kompetitor China yang sudah kebanjiran model baru di pasar global.

Sebelumnya, proses pengembangan model Nissan memakan waktu lebih dari empat tahun. Durasi itu dinilai terlalu lambat di tengah persaingan yang kian ketat. Kini, pabrikan asal Yokohama itu meniru pendekatan China yang mengandalkan teknologi perakitan canggih dan digitalisasi penuh.

Penjualan Anjlok, Hanya 144 Unit di Indonesia Sepanjang 2025

Tekanan terhadap Nissan tidak hanya terjadi di level global. Di Indonesia, penjualan mobil Nissan sepanjang tahun ini baru mencapai 144 unit. Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi dan menunjukkan betapa dominasi merek China semakin menggerus pangsa pasar pabrikan Jepang. Situasi serupa juga dialami Honda dan Mercedes-Benz, yang kini mulai mengejar ketertinggalan dari produsen China.

Di pasar Tanah Air, Nissan hanya mengandalkan segelintir model baru. X-Trail e-Power menjadi model terakhir yang diluncurkan, disusul Serena e-Power yang menyasar segmen MPV sliding door. Livina yang dulu sempat populer kini penjualannya merosot, membuat Serena menjadi andalan utama untuk mobil keluarga.

Penyegaran Model di Tengah Tekanan China

Meski fokus memangkas waktu pengembangan, Nissan tetap melakukan penyegaran pada model eksisting. Di Jepang, Nissan baru saja merilis Sakura Facelift dengan desain lebih modern untuk melawan gempuran mobil listrik murah dari China. Strategi ini menunjukkan bahwa Nissan tidak hanya meniru kecepatan China, tetapi juga berusaha mempertahankan daya saing produk lamanya.

Belum jelas model apa lagi yang akan dikembangkan dalam siklus 26 bulan setelah Skyline. Namun, keputusan ini menandai perubahan fundamental di internal Nissan: dari yang dulunya menjadi acuan industri, kini mereka harus belajar dari kompetitor yang dulu dianggap tertinggal. Waktu pengembangan yang lebih singkat diharapkan bisa mempercepat lahirnya model-model anyar yang lebih relevan dengan permintaan pasar.

Reporter: Fajar
Sumber: ridertua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top