WAMENA — Danpos Balingga Satgas Pamtas Yonif 511/DY Lettu Inf Arif Jumaedi mengatakan program ini bukan sekadar bagi-bagi makanan. Ada pesan mendalam di balik nasi dan lauk yang disajikan bersama warga di halaman gereja.
Pendekatan Humanis di Tengah Tugas Pengamanan
"Kehadiran TNI di tanah Papua tidak hanya memprioritaskan aspek pengamanan wilayah kedaulatan Negara. Tugas utama lainnya adalah membawa kedamaian, suka cita, dan kepedulian sosial terhadap masyarakat Papua pedalaman," kata Arif Jumaedi dalam keterangan yang diterima di Wamena, Senin.
Menurut dia, aksi sosial ini menjadi jembatan agar masyarakat merasakan langsung kehadiran negara sebagai sahabat dan keluarga dekat. Bukan sekadar aparat yang menjaga batas negara.
Sambutan Hangat Tokoh Agama dan Warga
Kegiatan yang berlangsung di halaman Gereja Mowi itu mendapat sambutan hangat dari tokoh agama, tokoh adat, dan warga setempat. "Senyum ceria dari anak-anak dan mama-mama Papua menghidupkan suasana kebersamaan di halaman Gereja Mowi," ujar Arif.
Salah seorang tokoh agama, Anis Wenda, menyampaikan rasa haru dan apresiasi kepada para prajurit TNI. Menurutnya, konsistensi Satgas dalam menjaga situasi kondusif sekaligus aktif membantu kesejahteraan masyarakat Papua pedalaman patut diapresiasi.
Komitmen Merawat Perdamaian Lewat Aksi Nyata
Melalui program teritorial mandiri seperti ini, Satgas TNI berkomitmen terus mengedepankan pendekatan humanis yang merangkul. Arif berharap langkah nyata ini bisa menjadi jangkar kedamaian yang kokoh demi terwujudnya masa depan Papua yang aman, maju, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kampung Mowi sendiri berada di Distrik Balingga, salah satu wilayah pedalaman di Kabupaten Lanny Jaya yang aksesnya masih terbatas. Kehadiran Satgas Yonif 511/DY di titik ini menjadi salah satu bentuk kehadiran negara di wilayah perbatasan dan pedalaman Papua.