JAYAPURA — Roda perekonomian di Papua menunjukkan tanda-tanda pergerakan yang lebih positif. Hal itu tercermin dari catatan konsumsi listrik PLN yang terus merangkak naik dalam beberapa bulan terakhir.
Pada Mei 2026, total konsumsi listrik mencapai 977,35 GWh. Angka ini tumbuh 5,06 persen secara tahunan. "Kami melihat kenaikan ini sebagai sinyal meningkatnya produktivitas masyarakat dan dunia usaha di wilayah Papua," kata Roberth Rumasaur di Jayapura, Senin.
Sektor Rumah Tangga Mendominasi, Sektor Sosial Tumbuh Paling Pesat
Dari total penjualan listrik, sektor rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar. Porsinya mencapai 59 persen, setara dengan 576,7 juta kWh hingga Mei 2026.
Namun, pertumbuhan paling signifikan justru terjadi di sektor sosial. PLN mencatat konsumsi di sektor ini melonjak 13,22 persen dengan total serapan mencapai 68,0 juta kWh. Lonjakan ini kemungkinan besar dipicu oleh operasional fasilitas publik seperti rumah sakit, sekolah, dan tempat ibadah yang kian intensif.
Sektor industri juga tak mau ketinggalan. Pertumbuhannya mencapai 9,77 persen dengan total konsumsi sekitar 15,2 GWh. Meski porsinya masih kecil dibanding rumah tangga, angka ini menunjukkan bahwa aktivitas pabrik dan usaha skala menengah mulai menggeliat.
Jumlah Pelanggan Tembus 948.170, Akses Listrik Kian Luas
Tak hanya konsumsi, jumlah pelanggan PLN di Papua juga terus bertambah. Hingga Mei 2026, tercatat ada 948.170 pelanggan, tumbuh 5,28 persen secara tahunan. Angka ini menandakan semakin banyak rumah tangga dan usaha yang menikmati akses listrik.
"Pertumbuhan jumlah pelanggan menunjukkan semakin luasnya akses listrik yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta mendorong kemandirian ekonomi," ujar Roberth.
PLN pun berkomitmen memperkuat keandalan pasokan. Salah satu langkahnya adalah meningkatkan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile. "Kami ingin memudahkan pelanggan mengakses berbagai layanan kelistrikan secara cepat dan transparan," tambahnya.