PAPUA — Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini memaparkan, secara teknikal candle terakhir IHSG membentuk pola black spinning top yang masih berada di atas MA5 dan MA20. Meski demikian, indikator Stochastic sudah mengindikasikan akan terjadi dead cross, yang menjadi sinyal awal pelemahan.
"Dengan pola ini, kami memperkirakan IHSG akan mengalami pelemahan. Berikut saham pilihan hari ini: LSIP, TAPG, AALI, dan DSSA," tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya.
Sentimen Eksternal dan Aksi Asing Menekan Pasar
Laju indeks ikut dipengaruhi pergerakan indeks utama Wall Street yang ditutup mayoritas melemah. Pelaku pasar memilih mengambil posisi defensif menjelang publikasi data ketenagakerjaan AS, yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun tipis 7,43 poin (0,12%) ke level 6.343,71. Pelemahan indeks terjadi di tengah aksi penjualan bersih (net sell) oleh pemodal asing senilai Rp 273,47 miliar. Tekanan jual asing paling besar menyasar saham-saham berikut:
- BBCA senilai Rp 214,98 miliar
- EMAS senilai Rp 109,74 miliar
- TLKM senilai Rp 96,69 miliar
Rekomendasi Teknikal: Target Harga LSIP, TAPG, dan AALI
Menghadapi potensi koreksi, Reliance Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi teknikal. Untuk saham LSIP, target harga dipatok di Rp 1.640, sementara TAPG dibidik hingga Rp 2.100. Adapun AALI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 8.050.
Di sisi lain, saham DSSA justru direkomendasikan untuk dijual oleh sekuritas tersebut.
Sektor yang Melemah dan Saham yang Melonjak
Penurunan IHSG kemarin dipicu oleh pelemahan di enam sektor. Sektor properti menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 0,70%, diikuti sektor kesehatan yang turun 0,48%, dan sektor teknologi yang melemah 0,40%. Sektor keuangan juga terkoreksi 0,24%, sejalan dengan aksi jual asing di saham perbankan.
Sebaliknya, penguatan terjadi pada sektor transportasi, konsumer primer, energi, dan industri. Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham mencatatkan lonjakan harga yang signifikan, antara lain TMPO yang naik 25,20% ke Rp 159 dan PDES yang menguat 24,74% ke Rp 474.
Investasi mengandung risiko.